Friday, 8 March 2013

Anak-anak Manis ^__^

Di saat menjelang tidur, duo krucils masih asyik main, ketawa-ketiwi. Ibunya sudah lelah menanti...
"Ayoo cepat tidur, Ummi matiin ya lampunya."
"Tak naaaak," jawab si sulung sambil tetep main dengan adiknya.
"Ya udah Ummi tidur!" si Ibu sudah pasrah. Ia membalikan tubuhnya, tidur menghadap kanan, membelakangi kiddos.
"Adek sini sama Ceuceu, Ceuceu mpok-mpok ya! Eh jangan di situ, nanti gak kena bantal. Sini!"
Huhuhuhu si ibu yang mendengar celotehan sang Kakak, terharu. Galak banget ya Ibunya, padahal anak-anaknya manis gini... ^__^

Tak lama, setelah dirasa anak-anak berbaring manis, si Ibu bangkit dr tidurnya untuk mematikan lampu kamar. Eeh si adek malah bangun, dan dengan isengnya tidur di bantal Ibunya.
"Teteh (panggilan ke si adek, karena mau punya adek), Teteh mau tidur dimana?"
"Sini." ucap si kecil mantap, sambil diam di bantal ibunya.
"Ummi dimana?"
"Sana, adek sini, Ummi sana, ceuceu sana." Tangan si mungil menunjukan posisi-posisi tidur.
"Ya udah Ummi tidur di tempat Abah ya," ealaaah si Ibu merajuk. Ia pun beranjak mematikan lampu, lalu tidur di kasur Abah.
Reaksi si sulung, "Ummi.. mau tidur sama Ummi."
"Nggak," si Ibu tetap pundung.
"Huhuhuhu.. huhuhuhu..." tangisan sedih terdengar dr mulut si sulung.
"Ya udah sini, Ummi pegang tangan Ceuceu. Kan biasanya jg pegangan tangan." Ibu yg mulai emosi itu menenangkan anaknya. " Jangan nangis, ayo bobo! Adek juga gak nangis!"
Si sulung nangis sambil pegangan tangan, si adek malah nyamperin ke tempat ibunya. Ia lalu tidur di sebelah ibunya dengan santai.
"Ih tutah (susah)," si adek bolak-balik membetulkan posisinya. Bantal yg dipakai di tempat tidur Abahnya memang lebih tinggi. Ia terus menerus guling kanan dan kiri, tapi tetap saja posisinya gak pas.
"Ya sudah, Teteh pake bantal Teteh ya! Yang ini ketinggian." Ibunya menawarkan solusi.
Tiba-tiba, "Ummi maaf," gadis kecil berusia belum 2tahun ini mengeluarkan suara penyesalan dan uluran tangan.
Ibunya bengong, antara terharu dan pingin ketawa. Huhuhu si kecil meminta maaf, sekaligus rayuan agar si Ummi kembali ke tempat tidurnya.
"Ummi maaf, " sekali lagi suara kecilnya terdengar, tanganya pun tetap terjulur.
"Iya Ummi maafkan. Ayo kita tidur lagi di tempat kita ya. Teteh tidur di sebelah Ummi ya."
Adik kecil yang insyaAllah segera menjadi kakak itu pun tersenyum manis. Kami pun beranjak ke tempat biasanya. Si kecil dipeluk dan di 'mpok-mpok' Ummi dengan tangan kanan, si sulung memegang tangan Ummi yang kiri dengan erat.
"Ummi, baca doa dulu biar gak mimpi buruk!" si sulung mengingatkan.
Kami pun memulai ritual sebelum tidur bersama-sama. Membaca Al-Ikhlas, AL-Falaq, An-Naas, lalu meniup dan mengusapkan ke seluruh tubuh seperti yg Rasulullah lakukan. kemudian ditutup dengan doa sebelum tidur...

-Happy Ending-

Moral of the story :
"Jadi ibu jangan cepet pundungan! Tuh lihat, anak-anaknya manis banget begitu. Malu kan kalo dikit-dikit pundung.. dikit-dikit merajuk."
Pembelaan si ibu -"Udah cape bin ngantuk, pengen BOBO TITIK"
Hehehehe... ^__^

Wednesday, 6 March 2013

-5 Maret 2013-

Menjadi ibu, istri yg full di rumah tanpa khadimat, bukanlah sebuah amanah yg mudah.
Rutinitas yg sama setiap harinya tanpa henti.
Alhamdulillah sy diberi kesempatan ut mengaji. Mendatangi pertemuan rutin yg selalunya mengingatkan sy ut beristirahat dr hiruk pikuk dunia. Menyediakan waktu ut Me Time, 'berduaan' denganNya. Bahwa sesibuk apapun sy, sy harus menyediakan waktu ut shalat wajib & sunah, tilawah, & berdzikir.
Tak terbayang betapa stress nya sy, jika sy tidak menyediakan waktu ut 'beristirahat'.
Apalagi sy bukan tipe orang yg suka keluar, main ke tetangga kecuali penting banget. Pertemuan pekan ini, membuat sy lebih 'gaul'. Selain diingatkan akan akhirat, sy jg diajak ut berdiskusi tentang info terkini. Bahkan diingatkan ut peduli trhdp apa yg terjadi di sekitar.
Kewajiban ut syiar 'amar ma'ruf di setiap pekannya juga mengasah kepekaan sy & memaksa sy ut membuka buku. Agar sy cukup berisi ketika berbagi ilmu. Kl ngandelin waktu kosong ut membaca mah, ga pernah nemu waktu. Sy hrs dipaksa ut membaca. Dan amanah ini membuat sy 'terpaksa' membaca. Keterpaksaan yg menguntungkan tentunya.

Alhamdulillah sy jg dianugrahi suami yg memiliki pemahaman yg baik & suka mengaji. Sy dididik ut mengingat akhirat, diberikan ijin ut keluar rumah menyebarkan kebaikan. Dan dukungannya tidak hny sampai disitu sj, si dia sering membantu meringankan amanah rumah tangga. Dan tentunya si dia jg sangat dekat dg anak2, sehingga memberikan sy waktu jeda ut sebentar menjauh dr anak2 ktk si dia ada di rumah. Mengistirahatkan pikiran & emosi agar bs lebih bersabar ketika mendampingi dua krucils tumbuh. Karena bukan hal yg mudah ut senantiasa bijak & cerdas ktk berhadapan dg anak selama 24/7.

Alhamdulillah 'alaa kulii hal ..

Sunday, 3 March 2013

Maraton

Kemaren Ahad, Umm, krucils, dan dedek janin melalui hari yang melelahkan. Dimulai dari jam 10.30 pagi sampai jam 11.30 malam.
Ada 3 amanah yang harus diselesaikan. Mengisi halaqoh, tahsin, lalu malamnya mengisi taklim.
Subhanallah.. penaaat rasanya. Alhamdulillah anak-anak relatif anteng. Terimakasih pada 'ammah-'ammah shalihah yang sudah ngajak maen duo Wafa Husna :).
Walaupun ketika taklim agak rewel sedikit, maklum sudah sangat cape.

Ini adalah perjalanan 'amar ma'ruf maraton. Biasanya tidak sepadat ini.Alhamdulillah Allah SWT berikan kesempatan untuk menjalankan amanah yang relatif padat ini. Malu sebenarnya, karena mungkin bagi ummahat lain, perjalanan syiar islami maraton ini sudah perjalanan keseharian. Lha saya baru merasakan sekarang.

Apalagi ketika pagi-pagi buka situs 'kebaikan', subhanallah di luar sana banyak yang mempunyai amanah yang lebih berat. Berkorban lebih banyak, dan berpeluh lebih lelah. Aah apalah diri ini. Belum memberikan kontribusi apa-apa untuk 'kebaikan'.

Jadi kangen akhwat fillah di Bandung..
Apa kabarnya ya?
^__^