Saya makin mencintainya bukan karena ungkapan romantis yg biasa diucapkan ol pangeran di negeri dongeng...
Saya makin menyukainya bukan karena ia rajin menghadiahi coklat & bunga seperti pria dalam sinetron...
Saya makin menyayanginya bukan karena dia memberikan unlimited credit
card ut sy habiskan setiap harinya, seperti tokoh khayalan di negeri yg
penuh kemewahan...
Rasa cinta itu makin menguat kala melihat ia mengasuh 2 Krucils kami dengan penuh kesabaran...
Rasa suka itu tumbuh subur ketika tanpa banyak mengeluh ia turut membantu meringankan beban2ku...
Dan rasa sayang makin tertanam kokoh kala melihatnya tersenyum tulus setiap harinya...
Dan semuanya adalah 'bonus', anugerah dr Rabb Sang Pencipta. Karena sy
baru mengetahui keistimewaan nya setelah menikah. Sy tidak mengenalnya
sebelum akad terucap. Tak banyak pula informasi tentangnya yg kudapatkan
sebelum mitsaqan ghalizha terpatri.
Bersyukur... Bersyukur...
Senantiasa bersyukur atas setiap anugerah dariNYA. Semuanya akan terasa
indah ketika kita melihatnya dr posisi yg terbaik. Membuka mata atas
kelebihan yg diberi. Mencoba memahami & berkompromi atas kekurangan.
Karena setiap hamba tiada yg sempurna..
Bersyukur... Senantiasa bersyukur...
Agar Dia menambahkan nikmatNya pd kami, & menghindarkan kami dr azab...
*eeeh...
Friday, 1 November 2013
Bangun tidur, Neng una berjalan ke dapur..
"Ummi nak matan. Ummi nak sop."
"Mau sama ayam gak?"
"Tak naaak... Nak cop." Ucap si mungil, mantap.
Sop, begitulah husna menyebut sayur asem. Menu makan nya tadi pagi yg ia makan dg lahapnya. Sekarang, ketika sore menjelang, ia meminta menu yg sama.
Si ummi Jd terharu. Teringat Aki Opang Sofyan yg jg sangat menyukai sayur asem. Hati kian tergugu melihat krucil imut ini memakan waluh (labu siam) dg semangatnya. Sayur kesukaan umminya jg.
Euleeuh ternyata tanpa diajari, kesukaan menurun dg alami pd buah hati
Alhamdulillah...
"Ummi nak matan. Ummi nak sop."
"Mau sama ayam gak?"
"Tak naaak... Nak cop." Ucap si mungil, mantap.
Sop, begitulah husna menyebut sayur asem. Menu makan nya tadi pagi yg ia makan dg lahapnya. Sekarang, ketika sore menjelang, ia meminta menu yg sama.
Si ummi Jd terharu. Teringat Aki Opang Sofyan yg jg sangat menyukai sayur asem. Hati kian tergugu melihat krucil imut ini memakan waluh (labu siam) dg semangatnya. Sayur kesukaan umminya jg.
Euleeuh ternyata tanpa diajari, kesukaan menurun dg alami pd buah hati
Alhamdulillah...
Entah musik darimana, hembusan lirik dr siapa. Siang itu tiba2 sy nyanyi lagu pop dewasa dengan penuh penghayatan.. o_O
Tiba-tiba gadis mungil di sebelah sy menatap dg tatapan aneh, tak biasa. Lalu si mungil bilang, "Tatuuut..."
Oalaaah nduk, jujur sekali .
Alhamdulillah...Terimakasih sudah mengingatkan ummi ut segera menutup mulut ini, & menghentikan dendang yg gak jelas.
Tak lama, ketika ummi ambil al-quran, engkau pun segera mengambil al-quran. Ketika ummi tilawah, engkau pun melafalkan surat yg kau hafal. Seakan-akan engkau pun sedang membaca...
Heuheu.. Akting baca, ceritanya mah..
Alhamdulillah.. Nuhuun ya Neng shalihah, sdh mengingatkan ummi ut senantiasa menjaga lisan ini.
Tiba-tiba gadis mungil di sebelah sy menatap dg tatapan aneh, tak biasa. Lalu si mungil bilang, "Tatuuut..."
Oalaaah nduk, jujur sekali .
Alhamdulillah...Terimakasih sudah mengingatkan ummi ut segera menutup mulut ini, & menghentikan dendang yg gak jelas.
Tak lama, ketika ummi ambil al-quran, engkau pun segera mengambil al-quran. Ketika ummi tilawah, engkau pun melafalkan surat yg kau hafal. Seakan-akan engkau pun sedang membaca...
Heuheu.. Akting baca, ceritanya mah..
Alhamdulillah.. Nuhuun ya Neng shalihah, sdh mengingatkan ummi ut senantiasa menjaga lisan ini.
Hidup.. ada perjumpaan ada perpisahan...
Setiap goresan kenangan menjadi perekat antara insan yang Allah pertemukan dalam seknarionya...
Setiap perpisahan, ada sepatah dua patah, beribu patah kata yang terucap...
Masing-masing jiwa menyampaikan apa yang dirasa,
Lalu... Aku pun termenung..
Ketika yang lain menyampaikan beribu kata perpisahan,
Pikiranku terus memuhasabah diri,
Kelak, ketika aku pulang, entah kembali ke tanah air, atau pun kembali ke haribaan Rabbku, apa yang saudaraku sampaikan tentang aku?
Bukan, bukan tentang mencari penilaian manusia. Ingin nampak baik di hadapan hamba...
Karena sesungguhnya Allah Maha Tahu apa yang dirasa...
Namun, tentang seberapa besar aku memberikan manfaat bagi sekitarku...
Tentang seberapa amanah aku menunaikan hak teman-temanku...
Tentang sejauh mana aku menunaikan kewajibanku terhadap sahabatku...
Tentang janji yang terucap, rasa yang terikat, bantuan yang tertunai, ataupun telinga yang terbuka untuk menjadi sandaran sebuah cerita, serta bahu yang lapang untuk memeluk sahabat tercinta...
Dan, air mata ini pun meleleh...
Bukan hanya sedih akan sebuah perpisahan...
Tapi juga menyesal karena belum memberikan yang terbaik untuk saudari tercinta...
Jika ada masa, usia, dan rizki, semoga Allah SWT memberikan kesempatan bagiku untuk menambal semua kekurangan selama perjalanan bersama...
Sebelum usia menjemput, semoga diri ini mampu menunaikan amanah persaudaraan ini...
Uhibukum fillah.. insyaa Allah...
Setiap goresan kenangan menjadi perekat antara insan yang Allah pertemukan dalam seknarionya...
Setiap perpisahan, ada sepatah dua patah, beribu patah kata yang terucap...
Masing-masing jiwa menyampaikan apa yang dirasa,
Lalu... Aku pun termenung..
Ketika yang lain menyampaikan beribu kata perpisahan,
Pikiranku terus memuhasabah diri,
Kelak, ketika aku pulang, entah kembali ke tanah air, atau pun kembali ke haribaan Rabbku, apa yang saudaraku sampaikan tentang aku?
Bukan, bukan tentang mencari penilaian manusia. Ingin nampak baik di hadapan hamba...
Karena sesungguhnya Allah Maha Tahu apa yang dirasa...
Namun, tentang seberapa besar aku memberikan manfaat bagi sekitarku...
Tentang seberapa amanah aku menunaikan hak teman-temanku...
Tentang sejauh mana aku menunaikan kewajibanku terhadap sahabatku...
Tentang janji yang terucap, rasa yang terikat, bantuan yang tertunai, ataupun telinga yang terbuka untuk menjadi sandaran sebuah cerita, serta bahu yang lapang untuk memeluk sahabat tercinta...
Dan, air mata ini pun meleleh...
Bukan hanya sedih akan sebuah perpisahan...
Tapi juga menyesal karena belum memberikan yang terbaik untuk saudari tercinta...
Jika ada masa, usia, dan rizki, semoga Allah SWT memberikan kesempatan bagiku untuk menambal semua kekurangan selama perjalanan bersama...
Sebelum usia menjemput, semoga diri ini mampu menunaikan amanah persaudaraan ini...
Uhibukum fillah.. insyaa Allah...
Tiba - tiba petang ini teringat tausyiah Ustz Agus Al hafizh..
"Jd ketika org bertanya ttg metode mdh ngafal, sbtlnya yg diinginkannya adlh cepet nempel, segera hafal, sekali ngulang lgsg ingat..
Padahal tujuan MENGHAFAL AlQuran adlh berlama2, sibuk n banyak brsm AlQrn.. (Hakikatnya kan banyak brsm Allah)"
Menikmati esensi indahnya bersama Al-Qur'an, menghayati setiap proses mengulang-ulang bacaan Al-Qur'an, merenungi setiap makna yang dilafalkan...
Subhanallah... indah rasanya terucap, namun kadang sulit untuk istiqomah 'berduaan' bersana Al-Qur'an ...
Dan tiba-tiba, tausyiah itu pun mengingatkanku akan hakikat berusaha...
Jika selama ini usaha sy belum memberikan hasil seperti yang saya idamkan, maka in syaa Allah...
Allah SWT masih menginginkan saya untuk berusaha lebih keras dengan ikhlas, sehingga in syaa Allah jika keikhlasan itu terus terpelihara, maka 'tabungan' akhirat akan bertambah
Allah SWT memberikan kesempatan saya untuk meminta dan berdo'a padaNYA lebih sering dan banyak lagi, lebih mendekat lagi, tawakal, menyerahkan diri hanya padaNYA...
Allah SWT mengingatkan sy untuk senantiasa bersyukur akan setiap hasil, meski setitik, meski sedikit. Melatih kepekaan diri untuk berempati pada yang lain. Makin menyadari bahwa diri ini kecil, tak berarti. Hanya Allah SWT yang Maha Besar dan Maha Berkuasa. Makin merasa bahwa diri ini tak berdaya, meski semua usaha (serasa) sudah dilakukan. Karena HANYA ALLAH SWT lah yang mengabulkan dan memudahkan ... Sehingga in syaa Allah makin menyemangati diri untuk semakin dekat denganNYa...
Seperti Ustadz Agus sampaikan,
"Bukankah hakikatnya dalam semua amalan kita adalah, untuk bersama dengan Allah SWT, kapan pun.. dimana pun"
in syaa Allah ...
"Jd ketika org bertanya ttg metode mdh ngafal, sbtlnya yg diinginkannya adlh cepet nempel, segera hafal, sekali ngulang lgsg ingat..
Padahal tujuan MENGHAFAL AlQuran adlh berlama2, sibuk n banyak brsm AlQrn.. (Hakikatnya kan banyak brsm Allah)"
Menikmati esensi indahnya bersama Al-Qur'an, menghayati setiap proses mengulang-ulang bacaan Al-Qur'an, merenungi setiap makna yang dilafalkan...
Subhanallah... indah rasanya terucap, namun kadang sulit untuk istiqomah 'berduaan' bersana Al-Qur'an ...
Dan tiba-tiba, tausyiah itu pun mengingatkanku akan hakikat berusaha...
Jika selama ini usaha sy belum memberikan hasil seperti yang saya idamkan, maka in syaa Allah...
Allah SWT masih menginginkan saya untuk berusaha lebih keras dengan ikhlas, sehingga in syaa Allah jika keikhlasan itu terus terpelihara, maka 'tabungan' akhirat akan bertambah
Allah SWT memberikan kesempatan saya untuk meminta dan berdo'a padaNYA lebih sering dan banyak lagi, lebih mendekat lagi, tawakal, menyerahkan diri hanya padaNYA...
Allah SWT mengingatkan sy untuk senantiasa bersyukur akan setiap hasil, meski setitik, meski sedikit. Melatih kepekaan diri untuk berempati pada yang lain. Makin menyadari bahwa diri ini kecil, tak berarti. Hanya Allah SWT yang Maha Besar dan Maha Berkuasa. Makin merasa bahwa diri ini tak berdaya, meski semua usaha (serasa) sudah dilakukan. Karena HANYA ALLAH SWT lah yang mengabulkan dan memudahkan ... Sehingga in syaa Allah makin menyemangati diri untuk semakin dekat denganNYa...
Seperti Ustadz Agus sampaikan,
"Bukankah hakikatnya dalam semua amalan kita adalah, untuk bersama dengan Allah SWT, kapan pun.. dimana pun"
in syaa Allah ...
Alhamdulillah si sulung ikut sahur atas kemauannya sendiri ...
Semoga kuat puasanya ya Nduk...
Kalau pun belum kuat full 1 hari, kita coba setengah hari..
Kalau pun sebelum setengah hari ternyata sudah haus, mari kita bincangkan...
Jadikan ramadhan ini bulan penuh kebahagiaan, kegembiraan...
Sehingga engkau akan menantikan bulan penuh berkah ini setiap tahunnya
Mohon doanya
Semoga kuat puasanya ya Nduk...
Kalau pun belum kuat full 1 hari, kita coba setengah hari..
Kalau pun sebelum setengah hari ternyata sudah haus, mari kita bincangkan...
Jadikan ramadhan ini bulan penuh kebahagiaan, kegembiraan...
Sehingga engkau akan menantikan bulan penuh berkah ini setiap tahunnya
Mohon doanya
Alhamdulillah...
Dedek janin, ummi & ceuceu berhasil melalui hari pertama shaum.
Ceuceu sempat berbuka jam 2 siang dg air, milo & air anggur..
Ceunah kabita liat rekan sejawat yg pd buka ut sekedar minum di tengah hari....
In syaa Allaah hari ini belajar shaum lg ya Nduk
Alhamdulillah kami b2 sukses jg ut menahan teriakan & amarah...
Ceuceu maniiisss banger Kl lg shaum. Beberapa kali sempat mau merajuk, ga Jadi karena diingatkan Kl lg shaum
Alhamdulillah...
Dedek janin, meski sesekali ada kontraksi di bag bawah rahim. Tp InsyaAllah adek baby kuat ya nak?
Semoga shaum ini menjadi salah satu pondasi tarbiyah yg penting untukmu mujahid kecil ...
In syaa Allaah tahun depan Teteh Husna pula yg mulai belajar shaum dg 2x sahur & berbuka semampunya
Mohon doanya...
Dedek janin, ummi & ceuceu berhasil melalui hari pertama shaum.
Ceuceu sempat berbuka jam 2 siang dg air, milo & air anggur..
Ceunah kabita liat rekan sejawat yg pd buka ut sekedar minum di tengah hari....
In syaa Allaah hari ini belajar shaum lg ya Nduk
Alhamdulillah kami b2 sukses jg ut menahan teriakan & amarah...
Ceuceu maniiisss banger Kl lg shaum. Beberapa kali sempat mau merajuk, ga Jadi karena diingatkan Kl lg shaum
Alhamdulillah...
Dedek janin, meski sesekali ada kontraksi di bag bawah rahim. Tp InsyaAllah adek baby kuat ya nak?
Semoga shaum ini menjadi salah satu pondasi tarbiyah yg penting untukmu mujahid kecil ...
In syaa Allaah tahun depan Teteh Husna pula yg mulai belajar shaum dg 2x sahur & berbuka semampunya
Mohon doanya...
Subscribe to:
Posts (Atom)