Showing posts with label allboutus. Show all posts
Showing posts with label allboutus. Show all posts

Monday, 11 June 2012

Grand Design

Inget cerita tentang Bu Wirianingsih dan Pak Tamim, orangtua dari para hafidz/ah ..
Dikatakan, Ayah lah yang memberikan 'grand design' dalam pendidikan/tarbiyah keluarga. Kemudian ibu-lah yang mengejewantahkannya ...

Alhamdulillah, meski tanpa diskusi yang panjang dan berat, tanpa terasa Abah telah mentarbiyah Ummu Wafa. Melalui artikel yang dikirimkannya by e-mail, atau ia print-kan langsug. Kemudian kami diskusikan di kala saya telah membacanya.

Ternyata grand design itu tak perlu dibahas dengan cara berat.Setiap pasangan punya cara tersendiri untuk membahasnya 

"Hope this article help us in preparing our children for Allah'n jannah."

InshaAllah Abah ...

Tuesday, 11 October 2011

menemanimu

selalu ingin menemanimu mencapai impianmu,
namun seringkali engkaulah yang menemaniku mencapai inginku,

aku harus terus belajar dan berusaha,
menjadi seperti Khadijah,

semoga suatu saat nanti ...

aamiin


Wednesday, 13 October 2010

curahan hati

mungkin, Mas tidak akan pernah membaca tulisan ini..
namun mungkin juga, Mas akan sempat membacanya...

4 ya hampir 4 tahun kita bersama, namun perasaan itu masih sama..
merasa tidak berarti di hadapanmu untuk hal-hal tertentu..
merasa tidak bisa menjadi pelabuhan hatimu ketika dirimu gundah..
serasa beban saja yang selalu kuberikan untukmu...

masih mencari cara untuk menjadi bagian dari hidupmu, meringankan bebanmu, menceriakan harimu, dan membuatmu mencintaiku sepenuh hati ...


Tuesday, 12 October 2010

dimanapun bumi Alloh. bukan?

Ya memang begitu adanya.
Tapi si ceuceu yang satu ini sudah hampir sukses 'terdoktrinasi' bahwa kumpul bersama keluarga itu adalah kenikmatan yang luar biasa. Dan memang kenyataannya begitu
Jadi meskipun saya sekarang ada di malaysia, berkeinginan traveling around the world, berkunjung ke Jepang, bersekolah di Jerman, jalan-jalan keliling eropa, namun teuteup balik laginya harus ke tatar sunda yang sekitaran kampung halaman saya di Majalengka atau di Bandung.
Alasannya agar tetap merasa berkumpul dengan keluarga besar saya, agar suasana yang akrab dalam kehidupan saya selama lebih kurang 25 tahun masih bisa saya rasakan...
Begitulah... mungkin susah ya untuk dimengerti oleh orang lain

Namun, dibalik itu semua, istri kan harus ikut suami kan ya? Ya gak ya gak? Meskipun mengenai tempat nanti kami akan bermukim ini masih bisa dikompromikan, namun sangatlah egois jika saya keukeuh gak mau bermukim ditempat lain hanya karena alasan diatas. Sementara mungkin di tempat lain, suami-ku.. qowam-ku... belahan jiwa-ku merasa menemukan tempat yang pas untuk berkarya..swiiiit...

So, hari ini, besok dan seterusnya, saya harus mentarbiyah diri ini bahwa saya harus senantiasa bersyukur dimanapun nanti saya bermukim, karena disitulah bumi Alloh yang pas untuk saya. Dan juga mengingatkan hati bahwa tempat pulang terindah adalah SyurgaNya..
Dan semoga kesetiaanku mengikuti suamiku bisa membawaku pulang ke tempat yang abadi nanti di SyurgaNya...
aamiin...

doakan ya pembaca, doakan si Rela ini mau diajak kemana saja heuheuhe...

----
*edisi menasihati diri sendiri...