merebahkan diri di pangkuannya..
melepaskan lelah jiwa
melihat senyumnya mengembang
meyakinkannya bahwa putri bungsunya beserta belahan jiwa dan buah hatinya baik-baik saja
merasakan sentuhan cintanya
belaian lembutnya
serta pelukan hangatnya...
mengicip kelezatan masakannya
mengalirkan kehangatan yang sulit terdefinisi..
menghirup udara yang begitu lekat denganku
merasakan nuansa ramah yang tak lekang waktu
menikmati kehangatan jiwa yang senantiasa terbuka menerimaku..
aku ingin pulang...
Showing posts with label trcinta. Show all posts
Showing posts with label trcinta. Show all posts
Tuesday, 18 January 2011
Wednesday, 22 December 2010
Lembur (lagi)
Hari ini Ummi lembur lagi shalihah..
Meninggalkanmu dari pagi hingga malam menjelang,
Kadang Wafa sudah terlelap dalam mimpi ketika Ummi pulang.
Dan ketika tersadar dari mimpi di tengah malam, shalihah mungilnya Ummi akan memeluk Ummi erat, menciumi Ummi beberapa kali, tersenyum dan kemudian kembali terlelap tidur..
Ah obat penat yang luar biasa indahnya..
Seakan dirimu ingin menuangkan kerinduan yang dalam dan juga menunjukan sebuah pengertian akan kesibukan Ummi akhir akhir ini ...
Petang ini pun, ketika Ummi meneleponmu untuk meminta ijin pulang lebih lambat..
Shalihah mungil Ummi pun memberikan anggukan yang tak terlihat..
Subhanallah sayangku, kau begitu sabar...
Semoga Alloh mengganti waktu - waktu kita yang hilang dengan limpahan kebarokahan
Jazakillah khairan katsira putri mungilku...
Oia lupa...ada si utun dalam perut Ummi...
Ummi belum minta ijin dan berterimakasih atas pengertianmu sayang...
Tubuh mungilmu yang berada dalam rahim Ummi, terpaksa harus ikut berjuang, bergadang..
Melawan kepenatan,.. kepanikan, dan juga bersama Ummi ikut berpikir keras...
Hatur nuhun atas tendangan tendangan halusmu yang membuat Ummi makin semangat untuk segera menyelesaikan amanah ini...
Terimakasih atas pengertianmu untuk senantiasa tegar dan mensupport tubuh Ummi, sehingga mampu bekerja hingga malam menjelang ...
buah hatiku tercinta...
jazakumullah khairan katsira...
with Luv...
Meninggalkanmu dari pagi hingga malam menjelang,
Kadang Wafa sudah terlelap dalam mimpi ketika Ummi pulang.
Dan ketika tersadar dari mimpi di tengah malam, shalihah mungilnya Ummi akan memeluk Ummi erat, menciumi Ummi beberapa kali, tersenyum dan kemudian kembali terlelap tidur..
Ah obat penat yang luar biasa indahnya..
Seakan dirimu ingin menuangkan kerinduan yang dalam dan juga menunjukan sebuah pengertian akan kesibukan Ummi akhir akhir ini ...
Petang ini pun, ketika Ummi meneleponmu untuk meminta ijin pulang lebih lambat..
Shalihah mungil Ummi pun memberikan anggukan yang tak terlihat..
Subhanallah sayangku, kau begitu sabar...
Semoga Alloh mengganti waktu - waktu kita yang hilang dengan limpahan kebarokahan
Jazakillah khairan katsira putri mungilku...
Oia lupa...ada si utun dalam perut Ummi...
Ummi belum minta ijin dan berterimakasih atas pengertianmu sayang...
Tubuh mungilmu yang berada dalam rahim Ummi, terpaksa harus ikut berjuang, bergadang..
Melawan kepenatan,.. kepanikan, dan juga bersama Ummi ikut berpikir keras...
Hatur nuhun atas tendangan tendangan halusmu yang membuat Ummi makin semangat untuk segera menyelesaikan amanah ini...
Terimakasih atas pengertianmu untuk senantiasa tegar dan mensupport tubuh Ummi, sehingga mampu bekerja hingga malam menjelang ...
buah hatiku tercinta...
jazakumullah khairan katsira...
with Luv...
-selamat hari ibu untuk semua ibu di dunia, semoga semua pengorbananmu, cintamu, peluhmu, tangismu berbalas jannahNya-
aamiin

aamiin
Thursday, 18 November 2010
kangen
rindu ini sudah sangaaaaat dalam..
ingin menggenggam tangannya, memeluknya...
mendengarkan suaranya bukan dari segenggam telepon genggam
meyakinkan bahwa tubuhnya masih sehat,
memantapkan hati bahwa kehidupannya diliputi ketenangan..
menatapnya ...
tentu, aku dan yang lainnya selalu ada di dalam hatinya, fikirannya, membebaninya
tentu, kekhawatirannya tidak bisa tertutup oleh tawanya
bertahun-tahun senantiasa begitu,
berkorban lagi dan lagi untuk kami ..
ingin menghadirkan sebentuk kebahagian,
kebahagian yang tidak pernah bisa terukur oleh materi..
ingin menghaturkan ketenangan, agar mereka tak lagi merisaukan kami,
namun tetap saja, cinta yang begitu besar membuat mereka selalu menempatkan kami dalam hatinya..
sebait doa, sebentuk bakti dan ketaatan yang mungkin bisa saya dan kami haturkan
sebesar cinta yang bisa kuhaturkan untukmu, Apa ... Mamah...
I miss u so much ...
photo-na kenging nuhungkeun ti FB-na Uwa Eki .. nuhunnn :)
Tuesday, 12 October 2010
dimanapun bumi Alloh. bukan?
Ya memang begitu adanya.
Tapi si ceuceu yang satu ini sudah hampir sukses 'terdoktrinasi' bahwa kumpul bersama keluarga itu adalah kenikmatan yang luar biasa. Dan memang kenyataannya begitu
Jadi meskipun saya sekarang ada di malaysia, berkeinginan traveling around the world, berkunjung ke Jepang, bersekolah di Jerman, jalan-jalan keliling eropa, namun teuteup balik laginya harus ke tatar sunda yang sekitaran kampung halaman saya di Majalengka atau di Bandung.
Alasannya agar tetap merasa berkumpul dengan keluarga besar saya, agar suasana yang akrab dalam kehidupan saya selama lebih kurang 25 tahun masih bisa saya rasakan...
Begitulah... mungkin susah ya untuk dimengerti oleh orang lain
Namun, dibalik itu semua, istri kan harus ikut suami kan ya? Ya gak ya gak? Meskipun mengenai tempat nanti kami akan bermukim ini masih bisa dikompromikan, namun sangatlah egois jika saya keukeuh gak mau bermukim ditempat lain hanya karena alasan diatas. Sementara mungkin di tempat lain, suami-ku.. qowam-ku... belahan jiwa-ku merasa menemukan tempat yang pas untuk berkarya..swiiiit...
So, hari ini, besok dan seterusnya, saya harus mentarbiyah diri ini bahwa saya harus senantiasa bersyukur dimanapun nanti saya bermukim, karena disitulah bumi Alloh yang pas untuk saya. Dan juga mengingatkan hati bahwa tempat pulang terindah adalah SyurgaNya..
Dan semoga kesetiaanku mengikuti suamiku bisa membawaku pulang ke tempat yang abadi nanti di SyurgaNya...
aamiin...
doakan ya pembaca, doakan si Rela ini mau diajak kemana saja
heuheuhe...
----
*edisi menasihati diri sendiri...
Tapi si ceuceu yang satu ini sudah hampir sukses 'terdoktrinasi' bahwa kumpul bersama keluarga itu adalah kenikmatan yang luar biasa. Dan memang kenyataannya begitu
Jadi meskipun saya sekarang ada di malaysia, berkeinginan traveling around the world, berkunjung ke Jepang, bersekolah di Jerman, jalan-jalan keliling eropa, namun teuteup balik laginya harus ke tatar sunda yang sekitaran kampung halaman saya di Majalengka atau di Bandung.
Alasannya agar tetap merasa berkumpul dengan keluarga besar saya, agar suasana yang akrab dalam kehidupan saya selama lebih kurang 25 tahun masih bisa saya rasakan...
Begitulah... mungkin susah ya untuk dimengerti oleh orang lain
Namun, dibalik itu semua, istri kan harus ikut suami kan ya? Ya gak ya gak? Meskipun mengenai tempat nanti kami akan bermukim ini masih bisa dikompromikan, namun sangatlah egois jika saya keukeuh gak mau bermukim ditempat lain hanya karena alasan diatas. Sementara mungkin di tempat lain, suami-ku.. qowam-ku... belahan jiwa-ku merasa menemukan tempat yang pas untuk berkarya..swiiiit...
So, hari ini, besok dan seterusnya, saya harus mentarbiyah diri ini bahwa saya harus senantiasa bersyukur dimanapun nanti saya bermukim, karena disitulah bumi Alloh yang pas untuk saya. Dan juga mengingatkan hati bahwa tempat pulang terindah adalah SyurgaNya..
Dan semoga kesetiaanku mengikuti suamiku bisa membawaku pulang ke tempat yang abadi nanti di SyurgaNya...
aamiin...
doakan ya pembaca, doakan si Rela ini mau diajak kemana saja
----
*edisi menasihati diri sendiri...
Subscribe to:
Posts (Atom)