Showing posts with label mmmhiseng. Show all posts
Showing posts with label mmmhiseng. Show all posts

Wednesday, 29 December 2010

semangat itu .. di dada.. di jiwa

hihihihi, bentar ketawa dulu yaa...
inget percakapan beberapa hari ini sama aifi, nadia, lili di MP tentang sodara bernama belakang sama .. yup Bambang Pamungkas...
bodor rasanya, selama ini gak pernah merasakan ada yang menyamai namanya... ya ada juga siy Sri Bintang Pamungkas, tapi kan bapak satu ini sudah jarang dipanggil..jadi yaaa gak terlalu ngaruh gt ..
betewe bukan itu yang mau diceritakan ...
akhirnya, membaca blog om BP ini dari link yang dikasi (lagi-lagi)  sama Aifi
*thanks ya Fii...
sebelumnya aifi bilang blognya asyik Teh, bahasanya okeh dkk..
trus karena merasa namanya sama, jadi ngaku - ngaku punya kualitas blog yang sama juga..
weleeeeeeeeehh...

Yup.. aifi benar..
bahasa yang enak dibaca...
istimewanya lagi, ketika membacanya, diri ini seperti merasakan untaian kata yang dituliskan BP  (bukan karena nama belakang yang sama yaa .. )

saya bukan pemain bola, gak (terlalu) suka bola malah.
menurut saya untaian kata yang dituliskan bukan hanya untuk pertandingan bola saja, bukan hanya tentang perjuangan memasukan gol saja.
tapi untaian kata dalam memaknai setiap perjuangan hidup...
tak ada yang pasti dalam hidup, sama seperti hasil dalam pertandingan bola, badminton atau apapun..
kemenagan dan kekalahan adalaha hasil akhir yang sulit ditebak...
perjuangan menuju ke akhir itulah yang akan memberikan sebuah perbedaan..

pun ketika dalam blog tersebut menceritakan kepuasan seorang pemain ketika bertanding, baik itu kalah maupun menang merupakan kepuasan yang tak bisa sempurna diceritakan dalam kata..
dalam setiap perjuangan yang diusahakan, peluh, keringat, tenaga, fikiran semuanya total dipersembahkan.
ketika sebuah kemenangan mampu dipersembahkan dengan usaha yang maksimal, maka kemenangan itu menjadi kemenangan yang luar biasa..
begitu juga ketika akhirnya kekalahan menjadi keputusan akhir dari sebuah perjuangan yang optimal, maka sesungguhnya Alloh swt tidak pernah tidur dan lalai..
kekalahan itu tetap berujung kemenangan, insyaAlloh

semangat itu ada di dada..
pejuang itu tak akan berhenti ketika tertinggal jauh dari lawan..
pasukan Thalut pun tetap melangkah ke medan juang meski dengan pasukan yang sedikit...

kemenangan, kekalahan adalah goresan keputusan yang telah ditetapkanNya..
namun usaha maksimal kita, kejujuran untuk mendapatkannya, serta bait do'a yang teruntai dari lisan kita, akan tetap kekal menanti balasan di jannahNya...

saatnya menjadikan semangat yang membara itu untuk berbuat lebih baik lagi..
insyaAlloh ..

ayoo indonesiakuuu.....semangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaatttt

*jadi inget POPPIM melaka.. dan saat maju kedepan menyelesaikan soal StrukAl dari Bu Ira..

sepak bola, di mata saya

kami, saya sekeluarga bukan pecinta mati sepak bola
gak pernah bela-belain bergadang ut nonton bola,
paling rame juga kalo nonton badminton jamannya susi susanti, alan budikusuma and d gank (hahaha jadul amat yak?)
sekali-kalinya nonton bola live ke stadion di cirebon, itupun saya gak inget nonton bola mana lawan mana, ingetnya cuma jajan tahu gejrot yang nikmaaaaaat banget ...
dua lelaki di keluarga saya pun nampaknya penggemar bola yang biasa saja, mmh atau karena keluarga kami di dominasi 4 wanita? sehingga teu rame kalo nonton bola cuma berdua sajah hehehe

karena itulah, saya tidak terlalu mengikuti perkembangan bola. paling sekarang taunya sama bambang pamungkas saja, karena punya kesamaan nama belakang weeeww . Tapi kalo papasan di pasar, atau angkot kayaknya saya cuek saja, soalnya sampe sekarang gak tau paras muka Pak Bambang Pamungkas ini kayak gimana ...

Sampai keceriaan dan kegemilangan tim Indonesia di AFF ini terjadi..
ketika kemenangan-kemenangan telak diraih, saya pun ikut bersemangat..
Serasa menemukan indonesia yang hidup, deja vu masa-masa kejayaan bulu tangkis dahulu
Saya pun mengenal Irfan Bachdim (deuuu kenal.. tau kallleeee ), Christian Gonzales.. dkk.. meskipun teuteup cuma tau namanya doang, kalo papasan pas nunggu angkot mah mungkin sayah cuek bebek ...tet toooowwww
Seringkali saya menanyakan ke suami posisi tim kita di AFF ini..
Rasanya senaaaaaaaang sekali ...hehehe...

Sampai berita masuk finalnya tim Garuda, saya sambut suka cita dengan expresi yang tetap kalem dan anggun , berharap kebangkitan ini menjadi inspirasi untuk semua penduduk bangsa kita..

Dan ssst, karena kemenangan tim kita di pertandingan2 sebelumnya, ada terbersit perasaan sombong dalam diri ini, yakin kalo kita bakalan menang ...
Sehingga ketika pertandingan berlangsung, saya berhusnuzhon pada teriakan teriakan penonton di hostel kilang tempat saya mengisi taklim, bahwa teriakan itu adalah teriakan goll untuk tim Garuda kita
Paginya saya tak sabar ingin melihat berita, dan akhirnya sedih serta kecewa ketika status seorang teman di FB menyampaikan bahwa kita kalah telak ...
Ditambah kecurangan yang 'katanya' terjadi..
Sehingga saya pun 'bertanduk', aah liat sajaaaa nti pas main di GBK juga pasti dibales...HAHAHAHA...

Pfuiiih ternyata oooo ternyataa.. sulit membersihkan hati..

Hingga, tulisan dek Aifi, dek Put put dan kawan -kawan menyadarkan saya. Begitupun diskusi suami dengan temannya pas makan siang tadi ...

kemenangan itu tidak akan berarti banyak jika dengan kecurangan ...
bermainlah dengan riang dan senang  serta sportifitas yang senantiasa dijunjung tinggi...
kalah ataupun menang tim kita kali ini, itu tetap akan menjadi pelajaran berharga...
semoga menjadi awal sebuah kebangkitan untuk kemajuan persepak bolaan bangsa kita..., dan pemicu untuk kebangkitan yang lainnya..
aamiin

berpikir sportif, bergerak sportif... tunjukan yang terbaik yang kita bisa ...
seperti Upin dan Ipin dalam episode Anak Harimau, kisah lucu, polos namun memberikan inspirasi yang luar biasa... (menurut saya)
*maklum emaknya seorang toddler yang maniak sama Upin & Ipin*

Merdeka!!!
Selamat bertanding, saya iringi dengan do'a ya.. gak sanggup kalo mo nonton, lagian gak ada tipi di rumah hehehe..

Tuesday, 16 November 2010

impian sederhana ...

yang tak sederhana bagiku..
mungkin sederhana bagi yang lain..

terinspirasi ketika membaca postingan seorang teman tentang mimpinya 10 tahun yang akan datang...
maka rela pun sadar, harus bermimpi agar tersemangati untuk mendekati sebuah tujuan

10 tahun lagi,
semoga suamiku tercinta sudah menemukan dunianya, tahu dimana tempat ia melabuhkan obsesinya, ada karyanya yang bermanfaat, dan aku tetap setia mendampinginya menapaki setiap langkah menuju kesana.
Semoga si rela ini bisa menjadi sandarannya ketika merasa lelah, tumpahan rasanya ketika galau, serta tempat pertama baginya berkeluh kesah .. Tentunya setelah berkeluh kesah pada Rabb Penggenggam Jiwa

10 tahun lagi,
semoga putra-putriku tumbuh dengan sehat, cerdas, dan shalih serta shalihah.
InsyaAlloh sepuluh tahun lagi Wafa berusia 12 tahun, semoga saat itu Wafa sedang meniti jalan menjadi hafidzah ya Nak, atau telah menjadi hafidzah? Aamiin
Yang jelas si Ummi berharap putri Ummi dan adik-adiknya senantiasa dekat dg Al-Qur'an, membacanya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana dg Umminya?
Semoga lebih baik dr itu, walopun belum menjadi hafidzah at least hapalan yang sudah ada tidak hilang ... aamiin

10 tahun lagi,
Kami sudah mempunyai rumah, mungil pun tak apa .. semoga...

10 tahun lagi,
Bu Teguh Prakoso sudah pandai memasak , sehingga ketika Pak Teguh Prakoso mengundang kawan-kawannya ke rumah, maka Nyonya rumah dengan cekatan dan sigap menyiapkan makanannya..
Begitupun ketika Wafa dan adek-adeknya berangkat sekolah, bekal cantik, lezat dan bergizi sudah disiapkan si Ummi ..:)
Semoga tangan si Ummi ini cepat sembuh sehingga bisa segera bertempur di dapur .. aamiin

10 tahun lagi,
Rela 'harus' mempunyai keahlian yang khusus, insyaAlloh. Misal merajut, menyulam, merenda dsb. Gak mesti semua, tapi ada suatu keahlian yang bisa digunakan untuk mengisi waktu bermanfaat. Tentunya selain diisi dengan menebar cinta kepada anggota keluarga Teguh Prakoso, lingkungan dan juga tetap melestarikan membaca dan menulis, si rela ini 'harus' punya skill yang khusus, demi impiannya yang lain ...

10 tahun lagi
Semoga cita-cita memiliki keahlian yang khusus ini sudah tercapai ya, sehingga melangkah ke impian selanjutnya.. Menyebarkan keahlian yang dipunya kepada tetangga. Haaaahh..
Jangan tertawa yaaa....
Iya, pada tetangga, agar ibu-ibu disekitar rumah punya kesibukan, syukur-syukur bisa menghasilkan. Seorang Ibu dan istri kan harus mandiri ..
Bayanganku, lingkungan tempat kami tinggal nanti adalah lingkungan yang  sederhana, lingkungan kelas menengah. Dimana banyak istri yang full waktu di rumah, atau bekerja tapi tidak seharian. Lingkungan yang kutempati itu juga suasananya penuh kekeluargaan dan  dekat satu sama lain. Kedekatan itu bisa menjadi bencana jika tidak dimanfaatkan dengan baik, misalnya kasyikan merumpi hingga akhirnya timbul ghibah eh gossip ehhh.. musibah deh jadinya..
Makanya, biar bisa bergaul namun tidak lebur, si Rela ini harus bergaul yang memberikan manfaat 

10 tahun lagi..
Semoga seorang Rela bisa menjadi manusia yang bermanfaat..
Klise?...
Hemmh..
maksudnya apa ya?
Dari duluuu, sejak masih muda (heuuu berasa tua ), suka sedih kalo melihat anak anak jalanan, pengemis, atau siapapun yang kurang beruntung, terutama anak-anak ..
Pernah pingin ikutan ngajar anak jalanan yang bertempat di GOR sebelahnya BIP Bandung, tapi gak jadi karena kegiatannya malam ...
Nah, semoga 10 tahun lagi, rela sudah punya ide dan mampu merealisasikan sebuah gerakan sederhana untuk mencerdaskan anak-anak yang kurang beruntung..
Gak mesti yang muluk - muluk, dari sekitar tempat tinggal mungkin. Membuat sekolah mengaji Iqro misalnya...
Haaah kebayang, rumah penuh dg anak-anak yang belajar Iqro sehingga putra - putriku juga semangat untuk belajar dan dekat dengan Al-Qur'an ..
Atau membuat perpustakaan, seperti yang sudah dilakukan oleh banyak 'pejuang' di tempat lain
Hmmh atau mendidik sungguhan ..
Ya, membuat sekolah-sekolahan walopun ilegal, bukan semata agar anak didik mempunyai ijasah, tapi mengajarkan mereka membaca, berhitung, mengaji, dan memahamkan akan arti kemandirian. Tentunya meskipun ilegal, sekolah ini harus dilengkapi dengan buku yang banyak, agar mereka mampu mengenal dunia dengan bacaan yang disediakan disekolah tersebut. 
Tidak mesti datang setiap hari, karena mungkin berat bagi mereka untuk datang dan duduk manis sementara himpitan ekonomi memaksanya untuk bekerja
Tapi setidaknya kemampuan mereka membaca dan berhitung menjadi bekal agar nanti tidak ditipu..
Buku-buku yang mereka baca menjadi inspirasi untuk berkembang..
Dan tentunya, kalo memungkinkan ada skill khusus yang bisa diajarkan oleh sekolah ini, sehingga menjadi bekal mereka untuk menjadi entrepeneur .. aamiin
*langsung ngebayangin sekolahnya d!

Kalo sudah ada sekolah semacam ini ditempat kami tinggal nanti, mungkin saya akan bergabung saja. Bukankah lebih mudah untuk memajukan bangunan yang sudah ada?
Namun jika belum ada maka semoga saya memiliki azam yang kuat untuk merealisasikannya ..

aamiin



aaaaaaaaaah ngimpinya udah banyak ya?
hemmh jadi malu, mimpi yang mungkin bagi yg lain tampak aneh ...
tidak ada capaian pribadi, misal si rela 10 tahun lagi jadi direktur, berpenghasilan 5 M...(aamiin, hehehe bagian M M nya mah aamiin waeeee duong )
Namun menjadi wanita karir tidak pernah berada di list teratas dalam cita-citaku setelah berkeluarga. Sosok seorang istri yang mendampingi suami dan membesarkan anak-anaknya selalu menjadi prototipe idamanku ..
Jadi inget pelm taun 70an dan 80an deh, ibu-ibu memakai rok selutut dan disanggul mengantarkan suami dan anak-anaknya kedepan rumah .. heeeeuh swiiiit ... .
Tapi yang ini mah ibu-ibunya gak bersanggul, nganterinnya juga sampai pintu saja, malu kalo sampe depan soalnya masih dasteran dan males pake kaos kaki hihihihihi

Atau targetannya hmmh rumah mewah mobil empat heuheuheu..jujur, mau juga siyyy , kalo ada hehehe
Tapi berat kayaknya kalo impiannya seperti itu.., teu ka-otakan kalo kata bahasa sundanyamah
Jujur, saya pernah pusing sewaktu pulang dari seminar yang isinya menceritakan targetan-targetan duniawai, setelah A lalu cari B lalu cari C...heeeuuuuh gak kebayang .. ^__^, lieeeuur

Memang siy, pingin seperti Abu Bakar, Umar Bin Khatab, dan Utsman bin Affan serta sahabat-sahabat yang kaya raya lainnya, tapi tentunya tidak dengan target dan motivasi benda seperti rumah, kendaraan, jabatan... dll
Trus apa motivasinya..?
Ya motivasinya bekerja keras dan sungguh-sungguh, masalah hasil yang didapat insyaAlloh akan mengikuti kalo memang itu sudah bagian dari rizki kita ..

eeeh naha jadi ngalantur kiyeu?
nya kitulah pokonamah ...
Mohon do'anya yaaa, agar saya senantiasa istiqomah untuk berjuang mewujudkannya.
aamiin

Oia satu lagi, semoga dalam 10 tahun kedepan sudah bisa menjalankan ibadah haji... aamiin, sebelum 10 tahun juga maaaauuuuuuuuuuuuuu...
Untuk berhaji kan gak mesti kaya raya, insyaAlloh dengan azam yang kuat, diiringi dengan usaha (menabung).. Alloh akan mengundang kita ke rumahNya.. aamiin

*nunggu reda hujan, pikiran melayang ke si dia, jadi gak mood ngerjain thesis duuuh :(