"Akan
datang pada manusia suatu zaman (masa), di mana pada masa itu seseorang
dikatakan, "Alangkah wibawannya, alangkah cerdasnya, dan alangkah
kuatnya, " tetapi dalam hatinya tidak ada seberat biji pun dari
keimanan." (HR. Bukhari)
Istighfar banyak banyak....
Memuhasabah diri, menghitung amal yg sangat minim ini..
Khawatir tak ada iman yang menyertai setiap tingkah, laku, dan perbuatan...
Istighfar....
^__^
Friday, 1 November 2013
"Tama Teteh .. Tama Teteh...", atau "Sendiliii.. sendilli..."
Begitulah gadis cilik itu meminta melakukan semuanya sendiri. Dari mulai mandi, makan, pakai baju, sikat gigi, bersih2 setelah BAB & BAK, bahkan ketika berjalan kaki.
Tentu saja sebagai ibu, sy merasa sangaat senang. Putri saya sudah 'besar', sudah mau belajar semuanya...
Tapi.. ada Tapinya lhoo..
Harus lebih sabar, karena waktu yg diperlukan menjadi lebih lama. Makan lebih berantakan. Harus siap-siap jadi bodyguard ketika berjalan, tanpa memegang tangannya. Harus punya banyak bujukan agar mau dimandikan/ bersihkan lagi setelah si mungil melakukannya sendiri. Lebih lelah, dan menguras emosi, jika keimanan tak lagi bersemayam di hati.
Namun gadis kecil itu pantang menyerah. Luar biasa! Setiap hari permintaannya selalu sama. Meski 'kegagalan' sering sekali menerpanya. Atau pun rasa sakit dirasanya ketika berjalan sendiri, dan kemudian terjatuh. Namun ia tak pernah menyerah. Selalu berusaha melakukan semuanya SENDIRI.
Subhanallah...
Begitulah anak kecil belajar. Tak kenal menyerah. Tak pantang berhenti kala halangan menghadang. Tetap ceria ketika menghadapi masalah, dan justru ia anggap sebagai tantangan.
Setiap anak adalah pembelajar sejati....
Namun kenapa, ketika beranjak dewasa, kita makin penakut? Semakin mudah menyerah ketika menemui kegagalan. Serta langsung terdiam ketika menghadapi kesulitan...
Mungkin pola pikir & asuhan orang tua membuat jiwa-jiwa pemberani itu makin menyusut keperkasaannya, berkurang jiwa petualangannya, serta mengerdil jiwa pantang menyerahnya?
*PR ibu ..., menjaga keberanian buah hatinya agar sesuai track-nya. Menjadi penyemangat ut ibu juga agar tidak menyerah menghadapi ujian hidup. Serta sentiasa berusaha & tidak pantang menyerah dalam menghadapi berbagai masalah
Begitulah gadis cilik itu meminta melakukan semuanya sendiri. Dari mulai mandi, makan, pakai baju, sikat gigi, bersih2 setelah BAB & BAK, bahkan ketika berjalan kaki.
Tentu saja sebagai ibu, sy merasa sangaat senang. Putri saya sudah 'besar', sudah mau belajar semuanya...
Tapi.. ada Tapinya lhoo..
Harus lebih sabar, karena waktu yg diperlukan menjadi lebih lama. Makan lebih berantakan. Harus siap-siap jadi bodyguard ketika berjalan, tanpa memegang tangannya. Harus punya banyak bujukan agar mau dimandikan/ bersihkan lagi setelah si mungil melakukannya sendiri. Lebih lelah, dan menguras emosi, jika keimanan tak lagi bersemayam di hati.
Namun gadis kecil itu pantang menyerah. Luar biasa! Setiap hari permintaannya selalu sama. Meski 'kegagalan' sering sekali menerpanya. Atau pun rasa sakit dirasanya ketika berjalan sendiri, dan kemudian terjatuh. Namun ia tak pernah menyerah. Selalu berusaha melakukan semuanya SENDIRI.
Subhanallah...
Begitulah anak kecil belajar. Tak kenal menyerah. Tak pantang berhenti kala halangan menghadang. Tetap ceria ketika menghadapi masalah, dan justru ia anggap sebagai tantangan.
Setiap anak adalah pembelajar sejati....
Namun kenapa, ketika beranjak dewasa, kita makin penakut? Semakin mudah menyerah ketika menemui kegagalan. Serta langsung terdiam ketika menghadapi kesulitan...
Mungkin pola pikir & asuhan orang tua membuat jiwa-jiwa pemberani itu makin menyusut keperkasaannya, berkurang jiwa petualangannya, serta mengerdil jiwa pantang menyerahnya?
*PR ibu ..., menjaga keberanian buah hatinya agar sesuai track-nya. Menjadi penyemangat ut ibu juga agar tidak menyerah menghadapi ujian hidup. Serta sentiasa berusaha & tidak pantang menyerah dalam menghadapi berbagai masalah
Saya makin mencintainya bukan karena ungkapan romantis yg biasa diucapkan ol pangeran di negeri dongeng...
Saya makin menyukainya bukan karena ia rajin menghadiahi coklat & bunga seperti pria dalam sinetron...
Saya makin menyayanginya bukan karena dia memberikan unlimited credit card ut sy habiskan setiap harinya, seperti tokoh khayalan di negeri yg penuh kemewahan...
Rasa cinta itu makin menguat kala melihat ia mengasuh 2 Krucils kami dengan penuh kesabaran...
Rasa suka itu tumbuh subur ketika tanpa banyak mengeluh ia turut membantu meringankan beban2ku...
Dan rasa sayang makin tertanam kokoh kala melihatnya tersenyum tulus setiap harinya...
Dan semuanya adalah 'bonus', anugerah dr Rabb Sang Pencipta. Karena sy baru mengetahui keistimewaan nya setelah menikah. Sy tidak mengenalnya sebelum akad terucap. Tak banyak pula informasi tentangnya yg kudapatkan sebelum mitsaqan ghalizha terpatri.
Bersyukur... Bersyukur... Senantiasa bersyukur atas setiap anugerah dariNYA. Semuanya akan terasa indah ketika kita melihatnya dr posisi yg terbaik. Membuka mata atas kelebihan yg diberi. Mencoba memahami & berkompromi atas kekurangan. Karena setiap hamba tiada yg sempurna..
Bersyukur... Senantiasa bersyukur...
Agar Dia menambahkan nikmatNya pd kami, & menghindarkan kami dr azab...
*eeeh...
Saya makin menyukainya bukan karena ia rajin menghadiahi coklat & bunga seperti pria dalam sinetron...
Saya makin menyayanginya bukan karena dia memberikan unlimited credit card ut sy habiskan setiap harinya, seperti tokoh khayalan di negeri yg penuh kemewahan...
Rasa cinta itu makin menguat kala melihat ia mengasuh 2 Krucils kami dengan penuh kesabaran...
Rasa suka itu tumbuh subur ketika tanpa banyak mengeluh ia turut membantu meringankan beban2ku...
Dan rasa sayang makin tertanam kokoh kala melihatnya tersenyum tulus setiap harinya...
Dan semuanya adalah 'bonus', anugerah dr Rabb Sang Pencipta. Karena sy baru mengetahui keistimewaan nya setelah menikah. Sy tidak mengenalnya sebelum akad terucap. Tak banyak pula informasi tentangnya yg kudapatkan sebelum mitsaqan ghalizha terpatri.
Bersyukur... Bersyukur... Senantiasa bersyukur atas setiap anugerah dariNYA. Semuanya akan terasa indah ketika kita melihatnya dr posisi yg terbaik. Membuka mata atas kelebihan yg diberi. Mencoba memahami & berkompromi atas kekurangan. Karena setiap hamba tiada yg sempurna..
Bersyukur... Senantiasa bersyukur...
Agar Dia menambahkan nikmatNya pd kami, & menghindarkan kami dr azab...
*eeeh...
Bangun tidur, Neng una berjalan ke dapur..
"Ummi nak matan. Ummi nak sop."
"Mau sama ayam gak?"
"Tak naaak... Nak cop." Ucap si mungil, mantap.
Sop, begitulah husna menyebut sayur asem. Menu makan nya tadi pagi yg ia makan dg lahapnya. Sekarang, ketika sore menjelang, ia meminta menu yg sama.
Si ummi Jd terharu. Teringat Aki Opang Sofyan yg jg sangat menyukai sayur asem. Hati kian tergugu melihat krucil imut ini memakan waluh (labu siam) dg semangatnya. Sayur kesukaan umminya jg.
Euleeuh ternyata tanpa diajari, kesukaan menurun dg alami pd buah hati
Alhamdulillah...
"Ummi nak matan. Ummi nak sop."
"Mau sama ayam gak?"
"Tak naaak... Nak cop." Ucap si mungil, mantap.
Sop, begitulah husna menyebut sayur asem. Menu makan nya tadi pagi yg ia makan dg lahapnya. Sekarang, ketika sore menjelang, ia meminta menu yg sama.
Si ummi Jd terharu. Teringat Aki Opang Sofyan yg jg sangat menyukai sayur asem. Hati kian tergugu melihat krucil imut ini memakan waluh (labu siam) dg semangatnya. Sayur kesukaan umminya jg.
Euleeuh ternyata tanpa diajari, kesukaan menurun dg alami pd buah hati
Alhamdulillah...
Entah musik darimana, hembusan lirik dr siapa. Siang itu tiba2 sy nyanyi lagu pop dewasa dengan penuh penghayatan.. o_O
Tiba-tiba gadis mungil di sebelah sy menatap dg tatapan aneh, tak biasa. Lalu si mungil bilang, "Tatuuut..."
Oalaaah nduk, jujur sekali .
Alhamdulillah...Terimakasih sudah mengingatkan ummi ut segera menutup mulut ini, & menghentikan dendang yg gak jelas.
Tak lama, ketika ummi ambil al-quran, engkau pun segera mengambil al-quran. Ketika ummi tilawah, engkau pun melafalkan surat yg kau hafal. Seakan-akan engkau pun sedang membaca...
Heuheu.. Akting baca, ceritanya mah..
Alhamdulillah.. Nuhuun ya Neng shalihah, sdh mengingatkan ummi ut senantiasa menjaga lisan ini.
Tiba-tiba gadis mungil di sebelah sy menatap dg tatapan aneh, tak biasa. Lalu si mungil bilang, "Tatuuut..."
Oalaaah nduk, jujur sekali .
Alhamdulillah...Terimakasih sudah mengingatkan ummi ut segera menutup mulut ini, & menghentikan dendang yg gak jelas.
Tak lama, ketika ummi ambil al-quran, engkau pun segera mengambil al-quran. Ketika ummi tilawah, engkau pun melafalkan surat yg kau hafal. Seakan-akan engkau pun sedang membaca...
Heuheu.. Akting baca, ceritanya mah..
Alhamdulillah.. Nuhuun ya Neng shalihah, sdh mengingatkan ummi ut senantiasa menjaga lisan ini.
Hidup.. ada perjumpaan ada perpisahan...
Setiap goresan kenangan menjadi perekat antara insan yang Allah pertemukan dalam seknarionya...
Setiap perpisahan, ada sepatah dua patah, beribu patah kata yang terucap...
Masing-masing jiwa menyampaikan apa yang dirasa,
Lalu... Aku pun termenung..
Ketika yang lain menyampaikan beribu kata perpisahan,
Pikiranku terus memuhasabah diri,
Kelak, ketika aku pulang, entah kembali ke tanah air, atau pun kembali ke haribaan Rabbku, apa yang saudaraku sampaikan tentang aku?
Bukan, bukan tentang mencari penilaian manusia. Ingin nampak baik di hadapan hamba...
Karena sesungguhnya Allah Maha Tahu apa yang dirasa...
Namun, tentang seberapa besar aku memberikan manfaat bagi sekitarku...
Tentang seberapa amanah aku menunaikan hak teman-temanku...
Tentang sejauh mana aku menunaikan kewajibanku terhadap sahabatku...
Tentang janji yang terucap, rasa yang terikat, bantuan yang tertunai, ataupun telinga yang terbuka untuk menjadi sandaran sebuah cerita, serta bahu yang lapang untuk memeluk sahabat tercinta...
Dan, air mata ini pun meleleh...
Bukan hanya sedih akan sebuah perpisahan...
Tapi juga menyesal karena belum memberikan yang terbaik untuk saudari tercinta...
Jika ada masa, usia, dan rizki, semoga Allah SWT memberikan kesempatan bagiku untuk menambal semua kekurangan selama perjalanan bersama...
Sebelum usia menjemput, semoga diri ini mampu menunaikan amanah persaudaraan ini...
Uhibukum fillah.. insyaa Allah...
Setiap goresan kenangan menjadi perekat antara insan yang Allah pertemukan dalam seknarionya...
Setiap perpisahan, ada sepatah dua patah, beribu patah kata yang terucap...
Masing-masing jiwa menyampaikan apa yang dirasa,
Lalu... Aku pun termenung..
Ketika yang lain menyampaikan beribu kata perpisahan,
Pikiranku terus memuhasabah diri,
Kelak, ketika aku pulang, entah kembali ke tanah air, atau pun kembali ke haribaan Rabbku, apa yang saudaraku sampaikan tentang aku?
Bukan, bukan tentang mencari penilaian manusia. Ingin nampak baik di hadapan hamba...
Karena sesungguhnya Allah Maha Tahu apa yang dirasa...
Namun, tentang seberapa besar aku memberikan manfaat bagi sekitarku...
Tentang seberapa amanah aku menunaikan hak teman-temanku...
Tentang sejauh mana aku menunaikan kewajibanku terhadap sahabatku...
Tentang janji yang terucap, rasa yang terikat, bantuan yang tertunai, ataupun telinga yang terbuka untuk menjadi sandaran sebuah cerita, serta bahu yang lapang untuk memeluk sahabat tercinta...
Dan, air mata ini pun meleleh...
Bukan hanya sedih akan sebuah perpisahan...
Tapi juga menyesal karena belum memberikan yang terbaik untuk saudari tercinta...
Jika ada masa, usia, dan rizki, semoga Allah SWT memberikan kesempatan bagiku untuk menambal semua kekurangan selama perjalanan bersama...
Sebelum usia menjemput, semoga diri ini mampu menunaikan amanah persaudaraan ini...
Uhibukum fillah.. insyaa Allah...
Tiba - tiba petang ini teringat tausyiah Ustz Agus Al hafizh..
"Jd ketika org bertanya ttg metode mdh ngafal, sbtlnya yg diinginkannya adlh cepet nempel, segera hafal, sekali ngulang lgsg ingat..
Padahal tujuan MENGHAFAL AlQuran adlh berlama2, sibuk n banyak brsm AlQrn.. (Hakikatnya kan banyak brsm Allah)"
Menikmati esensi indahnya bersama Al-Qur'an, menghayati setiap proses mengulang-ulang bacaan Al-Qur'an, merenungi setiap makna yang dilafalkan...
Subhanallah... indah rasanya terucap, namun kadang sulit untuk istiqomah 'berduaan' bersana Al-Qur'an ...
Dan tiba-tiba, tausyiah itu pun mengingatkanku akan hakikat berusaha...
Jika selama ini usaha sy belum memberikan hasil seperti yang saya idamkan, maka in syaa Allah...
Allah SWT masih menginginkan saya untuk berusaha lebih keras dengan ikhlas, sehingga in syaa Allah jika keikhlasan itu terus terpelihara, maka 'tabungan' akhirat akan bertambah
Allah SWT memberikan kesempatan saya untuk meminta dan berdo'a padaNYA lebih sering dan banyak lagi, lebih mendekat lagi, tawakal, menyerahkan diri hanya padaNYA...
Allah SWT mengingatkan sy untuk senantiasa bersyukur akan setiap hasil, meski setitik, meski sedikit. Melatih kepekaan diri untuk berempati pada yang lain. Makin menyadari bahwa diri ini kecil, tak berarti. Hanya Allah SWT yang Maha Besar dan Maha Berkuasa. Makin merasa bahwa diri ini tak berdaya, meski semua usaha (serasa) sudah dilakukan. Karena HANYA ALLAH SWT lah yang mengabulkan dan memudahkan ... Sehingga in syaa Allah makin menyemangati diri untuk semakin dekat denganNYa...
Seperti Ustadz Agus sampaikan,
"Bukankah hakikatnya dalam semua amalan kita adalah, untuk bersama dengan Allah SWT, kapan pun.. dimana pun"
in syaa Allah ...
"Jd ketika org bertanya ttg metode mdh ngafal, sbtlnya yg diinginkannya adlh cepet nempel, segera hafal, sekali ngulang lgsg ingat..
Padahal tujuan MENGHAFAL AlQuran adlh berlama2, sibuk n banyak brsm AlQrn.. (Hakikatnya kan banyak brsm Allah)"
Menikmati esensi indahnya bersama Al-Qur'an, menghayati setiap proses mengulang-ulang bacaan Al-Qur'an, merenungi setiap makna yang dilafalkan...
Subhanallah... indah rasanya terucap, namun kadang sulit untuk istiqomah 'berduaan' bersana Al-Qur'an ...
Dan tiba-tiba, tausyiah itu pun mengingatkanku akan hakikat berusaha...
Jika selama ini usaha sy belum memberikan hasil seperti yang saya idamkan, maka in syaa Allah...
Allah SWT masih menginginkan saya untuk berusaha lebih keras dengan ikhlas, sehingga in syaa Allah jika keikhlasan itu terus terpelihara, maka 'tabungan' akhirat akan bertambah
Allah SWT memberikan kesempatan saya untuk meminta dan berdo'a padaNYA lebih sering dan banyak lagi, lebih mendekat lagi, tawakal, menyerahkan diri hanya padaNYA...
Allah SWT mengingatkan sy untuk senantiasa bersyukur akan setiap hasil, meski setitik, meski sedikit. Melatih kepekaan diri untuk berempati pada yang lain. Makin menyadari bahwa diri ini kecil, tak berarti. Hanya Allah SWT yang Maha Besar dan Maha Berkuasa. Makin merasa bahwa diri ini tak berdaya, meski semua usaha (serasa) sudah dilakukan. Karena HANYA ALLAH SWT lah yang mengabulkan dan memudahkan ... Sehingga in syaa Allah makin menyemangati diri untuk semakin dekat denganNYa...
Seperti Ustadz Agus sampaikan,
"Bukankah hakikatnya dalam semua amalan kita adalah, untuk bersama dengan Allah SWT, kapan pun.. dimana pun"
in syaa Allah ...
Subscribe to:
Posts (Atom)