Friday, 25 February 2011

[FL] Wafa :: Masak semur endog (Telur)

Behubung Wafa sakit, si Ummi riweuh persiapan VIVA alias sidang, jadi seminggu ini belum sempat ke pasar lagi. Bahan makanan di peti ais pun ludesss..

Siang menjelang, Ummi dan Wafa berangkat ke Azah membeli telur. Mo digoreng, Wafa masih batuk, di rebus, Wafa bosen kali yaa? Akhirnya Ummi memutuskan membuat semur telur alias endog.

Biar Wafa anteng, si Ummi udah berniat melibatkan Wafa dalam mengupas telur rebus. Alhamdulillah, Wafa sudah sering mengupas rebusan telur. Tapi oo tapi, ternyata sebelum si telor cukup dingin untuk dikupas Wafa, Wafa sudah pingin bantu Ummi ketika dilihatnya Ummi mengupas bawang. Jadilah Wafa bantuin Ummi mengupas kulit bawang putih, sementara si Ummi menyiapkan bumbu lainnya. Setelah bawang terkupas, 6 butir telur pun diberikan ke Wafa untuk dikupas. Ummi sediakan plastik untuk menampung sampahnya. Alhamdulillah, tugas Wafa berhasil dengan baik. Ada beberapa telor yang kena congkel, tapi tak apa.. yang lain mulus. Wafa main, belajar pleus bantu Ummi.. :)

Ibu .. ibu.. adakah ide masakan lain yang bisa dikerjakan barengan dengan todller? 


Wednesday, 9 February 2011

Wafa :: 2.5 tahun

alhamdulillah..
tak terasa putri Ummi sudah besar ..

lamaaaaaaaaaa banget Ummi gak nulis perkembangan Wafa shalihah ya Nak?

Wafa sudah pandai apa Nak?
Banyaaaaaaaak, alhamdulillah...

Bisa pake baju, celana dan sendal sendiri. Namun teuteup harus dengan pengawasan, soalnya (kadang) masih kebalik balik. Masih sering ogah juga pake sendiri. Mau sama Ummiiiii.... gitu katanya

Wafa juga sudah bisa makan sendiri, tapi gak lama. Paling beberapa suap, abis itu minta sama Umiiiiiii....

Bisa mengucapkan angka dari 1 sampai 12 dalam bahasa indonesia, 1 sampai (kadang) 5 dalam bahasa inggris. Paling hapal angka 'One' ngikutin CD Numbersnya baby einsten ..

Toilet trainingnya gimana?
Pernah beberapa hari lancar bilang dulu kalo mo pipis
Tapi ketika beberapa hari kemudian hampir full day pake diapers, Wafa justru jadi gak mau pipis (atau gak pengen pipis ya?). Soalnya kadang sampai 6 jam gak pipis2. Harus dipaksa dulu baru pipis...
Khawatirnya dia nahan pipis, karena kadang si Ummi suka bilang "tahan Wafa", kalo Wafa mau pipis ...
Nah setelah itu malah sempat kecolongan dua kali pipis di celana ..
Kemaren malah BAB di diapers ketika di Nursery, dan baru ketauan pas nyampe rumah. Itupun sudah Ummi tanya berkali -kali karena kecium bau gak enak dan diapersnya tampak penuh. Tapi Wafa bilang enggak. Akhirnya selesai makan Wafa bilang eo', dan pas di cek ternyata sudah eo' nya di diapers . Padahal dari usia kurang dari 2T Wafa tidak pernah lagi eo' di diapers, selalu bilang kalo mau eo'. Kenapa ya? Apa karena masih belum kenal sama Teacher nya ya? Tapi kan setelah itu ketemu Ummi, kenapa gak bilang juga ya?
Heemmhhh ....

(Aduuuh maaf ya isi tulisannya agak agak gak enak gini)...

Ibu ibu.. ada yang bisa sharing tentang toilet training ini...?

Oia Wafa juga masuk Taska (Playgroup) dan nursery mulai awal senin ini..
'Terpaksa' karena bi Etri pulang dan si Ummi harus persiapan VIVA (sidang) dan juga (nanti) mungkin harus menyelesaikan koreksian hasil VIVA.
Berat sebenarnya.. sangat berat, meninggalkan Wafa di tempat yang tidak dikenalnya. Idealnya lebih banyak waktu bersama Ummi ya Nak, belajar bersama Ummi, bermain bersama Ummi...
Semoga Wafa faham ya Nak...
InsyaAlloh ada kebaikan di dalamnya...
Doakan pekerjaan Ummi juga cepat beres, nanti kita maen bareng lagi yaa...

Oia.. di program Nursery Wafa dikasi 2 kali makan dan satu kali snack. Tapi tiap pulang, ketika masih di dalam mobil Wafa sudah minta makan. Makannya lahaaaaap banget, trus di rumah makan lagi, Ummi dan Abah makan mau lagi, sampai di STOP sama Abah. Takut perutnya sakit Nduk...
Ummi jadi heran, ini efek dari aktifitas yang banyak kali ya?
Semoga ...

oia, Wafa masih belum dapat buku merah tempat laporan perkembangan Wafa selama di Nursery. Semoga bukunya segera ada ya, jadi proses perkembangan Wafa bisa diketahui secara timbal balik..
Ummi bisa tau apa yang Wafa pelajari di sekolah, dan Ummi juga bisa menuliskan kebiasaan dan kesukaan Wafa. Sehingga Teacher dan Ummi bisa bekerjasama ...

Proses masuk sekolah ini juga proses yang 'mengharu biru' untuk Ummi. Karena Wafa sering menangis ketika ditinggal di sekolah. Sebelum berangkat juga suka ngadat. Tapi aps dijalan cerah ceria, trus pas pulang juga gembira. Kata Teacher nya Wafa nangis sebentar saja.

Abah senantiasa menguatkan Ummi, insyaAlloh Wafa kuat katanya. Wafa seperti Abah, suka takut dengan lingkungan baru. Welleeeeeh Bah, sama saja.. si Ummi juga walopun tampak ceria, nyante dan gak serius, tapi suka ketakutan juga kalo ke tempat asing. Jadi yaa Ummi faham apa yang Wafa rasakan shalihah.

Semoga ini jalan terbaik, dan terbentuk pribadi Wafa yang lebih kuat, lebih mudah bergaul dengan lingkungan, mudah beradaptasi.. dan yang paling utama shalihah. Aamiin

Cerita laiiin?...
Seperti Umminya ketika kecil dahulu, Wafa juga 'pandai' mengarang lagu, atau mengarang cerita bebas. Selama perjalanan biasanya dia nyanyi, mengomentari benda yang terlihat, atau sibuk 'berkicau' sendiri. Kalo Wafa diam artinya ngantuk atau sedih. Makanya kalo kondisi sepi selama perjalanan, si Abah suka ngecek ke jok belakang, apakah wafa tidur? Kalo nggak, Abahnya pasti nanya, soalnya jarang - jarang Wafa diam selama di mobil.

Wafa juga sudah bisa membantu Ummi mengocok telur, mengupas bawang dengan tangan, semua pekerjaan yang dikerjakan Ummi dan Abah seringnya Wafa mau bantu. Tapi Ummi masih batasin, apa yang bisa Wafa kerjakan dan tidak...

Wafa juga sayang adek baby di perut Ummi. sering dipeluk, di sun dan dikasi makan melalui mulut Ummi. Wafa tau kalo dedek baby makannya sama Ummi...
Oia Wafa juga mau sharing sama dedek baby di perut. Pernah suatu hari ditanya,
"Wafa mobilnya punya siapa?"
"Punya Ceuceu"
"Kalo dedek baby-nya sudah keluar?"
"Punya ceuceu dan dedek baby, baleng baleng (bareng -bareng) kan?"
Alhamdulillah... Ummi dan Abah pun berucap syukur ..

Semoga senantiasa mau berbagi ya sayang ....

Hmmh apa lagi ya sayang...
itu dulu kali yaa....

InsyaAlloh nanti sore Ummi dan Abah jemput ceuceu yaa..
Kita jalan jalan ke jako* ....

LuV

Thursday, 20 January 2011

ternyata ...

mencintai itu beriringan dengan rasa bahagia ketika orang yang dicintainya bahagia
tak meminta balasan berimbang untuk orang yang dicinta, selama dirinya bahagia

mencintapun membuat jiwa bersedih ketika yang dicinta dirundung duka ..
menggerakan jiwa untuk bergerak.. membantu, meringankan, menghilangkan kesedihan

mungkin itulah sebabnya orang-orang yang saling mencintai karenaNya mendapatkan wajah yang terang benderang di jannahNya nanti
karena kecintaan yang tak berbatas, yang tak meninggalkan luka, yang tak merusakan, yang sejalan dengan keAgungan Cinta kepunyaaNya..
cinta yang membawa kebaikan, yang memberikan pertolongan tanpa imbalan
cinta yang tak tersekat duniawai..
cinta yang berujung kepada keabadian ...
 
semoga diri ini bisa mencintai karenaNya...
aamiin

Tuesday, 18 January 2011

ingin pulang..

merebahkan diri di pangkuannya..
melepaskan lelah jiwa

melihat senyumnya mengembang
meyakinkannya bahwa putri bungsunya beserta belahan jiwa dan buah hatinya baik-baik saja

merasakan sentuhan cintanya
belaian lembutnya
serta pelukan hangatnya...

mengicip kelezatan masakannya
mengalirkan kehangatan yang sulit terdefinisi..

menghirup udara yang begitu lekat denganku
merasakan nuansa ramah yang tak lekang waktu
menikmati kehangatan jiwa yang senantiasa terbuka menerimaku..

aku ingin pulang...

Thursday, 13 January 2011

mencintaimu ...


mencintaimu..
tidak seperti air bah yang datang tiba tiba,
namun berawal dari pancaran mata air yang kecil,
yang terpancar ketika mitsaqan ghalizha terucap
kemudian pelan dan pasti membentuk sungai
mengalir dari hulu dan insyaAlloh menuju muaraNya

mencintaimu,
tidak bergejolak seperti ombak yang besar,
namun tenang dan memberikan kedamaian..
seperti danau di antara pegunungan

mencintaimu,
tidak seperti dongeng happily ever after
ada benturan, cobaan dan godaan
namun, kita coba mengatasinya..
berdua... bertiga dengan mengadu kepadaNya ..

mencintaimu,
seperti kisah cinta yang lainnya
tentu diwarnai kebahagiaan,
diceriakan dengan tawa,
dilengkapkan dengan kesyukuran yang senantiasa mengalir dari dalam jiwa..

mencintaimu,
tak ingin hanya sebatas cerita Romeo dan Juliet
yang terpisahkan oleh maut dan tak tahu apakah di negri akhir akan berjumpa

mencintaimu,
ingin mencinta dalam keabadian..
senantiasa bersama hingga JannahNya..
bukan hanya diriku dan dirimu..
namun bersama buah hati kita, bersama orang -orang yang kita cintai dan mencintai kita ...

mencintaimu...
ku tak bisa berjanji akan selamanya..
namun aku akan senantiasa menjaganya..
berusaha memeliharanya..
memupuknya, menyuburkannya...
dan berdoa pada Dzat yang menggenggam hati..
agar Dia menjaga cinta kita...
selamanya...
hingga ke jannahNya...

mencintaimu,
empat tahun terasa sebentar saja...

mencintaimu ...

14 Januari 2007 - 14 Januari 2011




Thursday, 6 January 2011

seulas senyum & terima kasih

duluuu, pas awal nyampe disini pernah posting soal senyum ini. Ketika seorang dari Nigeria keheranan melihatku keluar dari ruang test dengan mulut senyum terkembang 

(Kayaknya) saya bukan orang yang sangat ramah. Tapi kebiasaan di kampung kalo papasan, lewat depan orang yang nongkrong, apalagi sama yang kenal maka senyum akan otomatis mengembang. Begitu juga nampaknya kebiasaan dari rakyat Indonesia. Betul tidaaak?

Dan memang terasa, seulas senyum dan ucapan terima kasih itu memperindah suasana..

Mungkin kita berpikir, sudah tugasnya seorang pelayan kedai makanan itu untuk menghantarkan makanan, minuman, atau membersihkan meja yang bekas dipakai. Bayangkan, disini meja bekas makan itu bisa sangat kotor dan berantakan, karena kebiasaan makan yang berbeda dari saudara saudara kita dibelahan bumi yang lain. Sering kita jengkel karena pelayan tidak segera membersihkan mejanya, dan ketika dia datang maka muka manyun pun kita setorkan. Tak ada seulas senyum apalagi seucap kata terimakasih. Ah itu sudah tugasnya sehari - hari, mungkin begitu hati kita membatin.

Namun, ternyata akan berbeda halnya jika kta hadirkan seulas senyum ketika mereka berkenan merapihkan meja yang akan kita makan.

Tuesday, 4 January 2011

Al Umm madrosatun

"Al Umm madrosatun". Ibu adalah guru besar. Pertanyaannya, fasilitas dan sarana apa saja yang sudah disiapkan para suami agar istrinya bisa menjadi guru besar dan pencetak generasi".
-Ustz Luthfie Hasan Ishak-
Wuaaah, kayaknya yang mantengin tulisanku (emang ada ya penggemar setia tulisanku, GR akuut ..) pasti sudah sering membaca tulisanku tentang cita-citaku menjadi Ibu...
Dalam kenyataannya, dalam prakteknya, banyak hal yang jauh dari konsep dan jauh dari idealisme selama ini..

Disadari atau tidak, konsep pendidikan yang kuterima dari ortu banyak mempengaruhi caraku mengasuh Wafa. Ada yang baik, dan itu kusyukuri namun ada juga yang kurang baik, hal itu yang sering sulit untuk dihindari.

Mendidik dengan ilmu, idealnya begitu. Namun dalam hal pelaksanaanya, kadang meleset jauh. Apalagi kalo gak dibarengin ilmu, hanya ngandelin kebiasaan, mitos, ataupun nasihat tapi tidak disaring, difilter dan diteliti lagi, maka kemungkinan errornya besar. Lalu bagaimana nanti kita sebagai Ibu mempertanggung jawabkannya?

Mendidik dengan hati dan nurani. Sebenarnya, menurut saya, mendidik dengan hati akan menjadi sesuatu yang indah dan bermakna jika jiwa kita diliputi keimanan. Tapi kalo tidak, maka mendidik ngikutin kata hati bisa jadi bencana

Sering ketika memuhasabah diri, banyak hal yang terjadi diantara kami, Ummi dan Wafa adalah hal yang seharusnya dihindari... Tidak selamanya hubungan kami berjalan dengan mulus dan indah. Seringnya si Ummi nyesel, kok ya sikap si Ummi gituuuu? De el el de el el ...

Maka, ketika kata itu disematkan, Al Umm madrosatun, nampaknya masiiih jauh. Masih harus banyak-banyak baca, banyak banyak ibadah, banyak banyak belajar ...

Menurut saya pribadi juga, posisi sebagai Guru besar, guru peradaban dan pencetak generasi ini bukan hanya disematkan kepada seorang Ibu yang memiliki anak kandung. Bukan juga hanya kepada Ibu yang berprofesi sebagai guru, dan pendidik. Tapi kepada Ibu seluruhnya.

Ibu memiliki amanah untuk mendidik putra putrinya. Kumpulan Ibu jugalah yang akan membentuk komunitas sebuah masyarakat. Bagaimana Ibu-ibu itu menggunakan waktu luangnya, berinteraksi diantara sesamanya, hal itu akan mempengaruhi sebuah generasi.

Saya ibu-ibu (dooh akhirnya ngaku juga kalo udah jadi ibu-ibu ), hobinya kalo udah ngumpul dengan sesama ibu-ibu adalah makan dan ngobrol (weeewww, makin nduuut d!). bayangkan, transformasi informasi, kefahaman dan juga ilmu yang bisa mengalir dari obrolan antara ibu-ibu. Namun jika terjadi sebaliknya jika ghibah, gosip, ejekan, dan persaingan kekuasaan eeeh persaingan prestise yang dibicarakan oleh para Ibu-ibu itu, maka mungkin yang timbul adalah bencana global.. weeeiiih bahasanya.

Kenapa bencana global?
Pertama, dosa. Kedua kehilangan waktu. Ketiga kehilangan kesempatan untuk berbuat kebaikan. Keempat, bisa jadi perang dunia kalo gosip itu meluas, kalo persaingan prestise itu melebar dll...

(deuuuh seriiiuss bangeet yak)

Tapi begitulah kenyataannya ...


Hemmmh... bayangkan jika komunitas ibu-ibu yang seneng ngobrol dan makan itu menghasilkan sesuatu, membincangkan sesuatu yang positif. Tentu kebaikan akan menyebar cepat.

Misal, ibu A punya kelebihan materi jadi bisa konek internet 24 jam. Dia punya akses informasi yang banyak, baik mengenai pendidikan, makanan, informasi terkini dll. Nah ketika ketemu ibu-ibu lain, dia membagikan informasi tersebut kepada teman ngobrolnya. Bisa dengan obrolan santai, ataupun dia print-kan dan bagi bagikan.
Wuaaaawww terbayang percepatan informasi dan pendidikan masyarakat yang minim biaya. Ibu-ibu jadi pinter d! Efeknya tentu ke pendidikan anak-anaknya dan juga manajemen keluarganya. Berfikir lebih kritis, bertindak pun jadi lebih bijaksana. gaya kan? Gayaaa

Ada lagi Ibu B yang hobi baca, punya koleksi buku nan banyak. Nah mungkin kelebihan inilah yang bisa dimanfaatkannya untuk sama - sama menjadi ibu yang cerdas. Baik dengan meminjamkan bukunya, maupun mengadakan obrolan santai, ringan, padat dan berisi... Hmmh jadi inget bala-bala nyam nyam nyam...

Apalagi kalo ada Ibu-ibu yang pinter masak, jahit, nyulam de el el  de el el. Trus mereka mau membagikannya kepada ibu-ibu yang lain. Wooowwww, bisa jadi usaha mandiri d! Mengentaskan kemiskinan, insyaAlloh.
Ya gak ya gak....?
Dengan begini perekonomian keluarga terbantu, namun anak-anak tetap nomor 1. Gak usah kerja di pabrik lagi yang jam kerjanya dari jam 8-5, dengan gaji yang murah meriah. Soalnya sependek pengetahuan saya, buruh itu banyak perempuan karena bisa dibayar murah tanpa banyak protes. (Dooh jadi sediiihhh)


InsyaAlloh dengan makin banyaknya Ibu yang cerdas, maka makin banyak generasi muda yang juga cerdas fikiran, sehat jasmani serta ruhiyah yang bersih. Aamiin


Hmmmh mimpi yang indah...

Ayo Banguuuun....jangan cuma mimpi...!!!!!
Buruan mempersiapkan diri menjadi Al Umm madrosatun

siap.. insyaAlloh laksanakan