Wednesday, 17 April 2013

Bukan hal yang mudah bagi saya ut terus berjuang tanpa keluhan.
Bukan hal yang gampang bagi saya ut terus maju, hingga hasil itu nampak di hadapan mata.
Apalagi ut terus berprasangka baik, memupuk berjuta harapan akan balasan nan kekal dan abadi di ujung sana.

Perlu usaha yang keras, sangat keras agar senantiasa berjalan. Kemudian menambah rasa syukur dalam setiap langkah yang terayun. Serta mengalirkan jutaan rasa optimisme agar gerak kaki tak terhenti.

Allah SWT melihat proses, maka bergeraklah. InsyaAllah akan ada hasil di ujung perjuangan.
Allah SWT menemani dalam setiap helaan nafas, maka berpikirlah ut melakukan sebuah terobosan.
Karena DIA senantiasa  mengistimewakan umatnya yang mau berpikir, beramal, bergerak, namun tetap tunduk, tawadhu dan patuh atas semua perintahNYA...


Yaa Rabb ...Kuatkan hambaMu ini..

Friday, 8 March 2013

Anak-anak Manis ^__^

Di saat menjelang tidur, duo krucils masih asyik main, ketawa-ketiwi. Ibunya sudah lelah menanti...
"Ayoo cepat tidur, Ummi matiin ya lampunya."
"Tak naaaak," jawab si sulung sambil tetep main dengan adiknya.
"Ya udah Ummi tidur!" si Ibu sudah pasrah. Ia membalikan tubuhnya, tidur menghadap kanan, membelakangi kiddos.
"Adek sini sama Ceuceu, Ceuceu mpok-mpok ya! Eh jangan di situ, nanti gak kena bantal. Sini!"
Huhuhuhu si ibu yang mendengar celotehan sang Kakak, terharu. Galak banget ya Ibunya, padahal anak-anaknya manis gini... ^__^

Tak lama, setelah dirasa anak-anak berbaring manis, si Ibu bangkit dr tidurnya untuk mematikan lampu kamar. Eeh si adek malah bangun, dan dengan isengnya tidur di bantal Ibunya.
"Teteh (panggilan ke si adek, karena mau punya adek), Teteh mau tidur dimana?"
"Sini." ucap si kecil mantap, sambil diam di bantal ibunya.
"Ummi dimana?"
"Sana, adek sini, Ummi sana, ceuceu sana." Tangan si mungil menunjukan posisi-posisi tidur.
"Ya udah Ummi tidur di tempat Abah ya," ealaaah si Ibu merajuk. Ia pun beranjak mematikan lampu, lalu tidur di kasur Abah.
Reaksi si sulung, "Ummi.. mau tidur sama Ummi."
"Nggak," si Ibu tetap pundung.
"Huhuhuhu.. huhuhuhu..." tangisan sedih terdengar dr mulut si sulung.
"Ya udah sini, Ummi pegang tangan Ceuceu. Kan biasanya jg pegangan tangan." Ibu yg mulai emosi itu menenangkan anaknya. " Jangan nangis, ayo bobo! Adek juga gak nangis!"
Si sulung nangis sambil pegangan tangan, si adek malah nyamperin ke tempat ibunya. Ia lalu tidur di sebelah ibunya dengan santai.
"Ih tutah (susah)," si adek bolak-balik membetulkan posisinya. Bantal yg dipakai di tempat tidur Abahnya memang lebih tinggi. Ia terus menerus guling kanan dan kiri, tapi tetap saja posisinya gak pas.
"Ya sudah, Teteh pake bantal Teteh ya! Yang ini ketinggian." Ibunya menawarkan solusi.
Tiba-tiba, "Ummi maaf," gadis kecil berusia belum 2tahun ini mengeluarkan suara penyesalan dan uluran tangan.
Ibunya bengong, antara terharu dan pingin ketawa. Huhuhu si kecil meminta maaf, sekaligus rayuan agar si Ummi kembali ke tempat tidurnya.
"Ummi maaf, " sekali lagi suara kecilnya terdengar, tanganya pun tetap terjulur.
"Iya Ummi maafkan. Ayo kita tidur lagi di tempat kita ya. Teteh tidur di sebelah Ummi ya."
Adik kecil yang insyaAllah segera menjadi kakak itu pun tersenyum manis. Kami pun beranjak ke tempat biasanya. Si kecil dipeluk dan di 'mpok-mpok' Ummi dengan tangan kanan, si sulung memegang tangan Ummi yang kiri dengan erat.
"Ummi, baca doa dulu biar gak mimpi buruk!" si sulung mengingatkan.
Kami pun memulai ritual sebelum tidur bersama-sama. Membaca Al-Ikhlas, AL-Falaq, An-Naas, lalu meniup dan mengusapkan ke seluruh tubuh seperti yg Rasulullah lakukan. kemudian ditutup dengan doa sebelum tidur...

-Happy Ending-

Moral of the story :
"Jadi ibu jangan cepet pundungan! Tuh lihat, anak-anaknya manis banget begitu. Malu kan kalo dikit-dikit pundung.. dikit-dikit merajuk."
Pembelaan si ibu -"Udah cape bin ngantuk, pengen BOBO TITIK"
Hehehehe... ^__^

Wednesday, 6 March 2013

-5 Maret 2013-

Menjadi ibu, istri yg full di rumah tanpa khadimat, bukanlah sebuah amanah yg mudah.
Rutinitas yg sama setiap harinya tanpa henti.
Alhamdulillah sy diberi kesempatan ut mengaji. Mendatangi pertemuan rutin yg selalunya mengingatkan sy ut beristirahat dr hiruk pikuk dunia. Menyediakan waktu ut Me Time, 'berduaan' denganNya. Bahwa sesibuk apapun sy, sy harus menyediakan waktu ut shalat wajib & sunah, tilawah, & berdzikir.
Tak terbayang betapa stress nya sy, jika sy tidak menyediakan waktu ut 'beristirahat'.
Apalagi sy bukan tipe orang yg suka keluar, main ke tetangga kecuali penting banget. Pertemuan pekan ini, membuat sy lebih 'gaul'. Selain diingatkan akan akhirat, sy jg diajak ut berdiskusi tentang info terkini. Bahkan diingatkan ut peduli trhdp apa yg terjadi di sekitar.
Kewajiban ut syiar 'amar ma'ruf di setiap pekannya juga mengasah kepekaan sy & memaksa sy ut membuka buku. Agar sy cukup berisi ketika berbagi ilmu. Kl ngandelin waktu kosong ut membaca mah, ga pernah nemu waktu. Sy hrs dipaksa ut membaca. Dan amanah ini membuat sy 'terpaksa' membaca. Keterpaksaan yg menguntungkan tentunya.

Alhamdulillah sy jg dianugrahi suami yg memiliki pemahaman yg baik & suka mengaji. Sy dididik ut mengingat akhirat, diberikan ijin ut keluar rumah menyebarkan kebaikan. Dan dukungannya tidak hny sampai disitu sj, si dia sering membantu meringankan amanah rumah tangga. Dan tentunya si dia jg sangat dekat dg anak2, sehingga memberikan sy waktu jeda ut sebentar menjauh dr anak2 ktk si dia ada di rumah. Mengistirahatkan pikiran & emosi agar bs lebih bersabar ketika mendampingi dua krucils tumbuh. Karena bukan hal yg mudah ut senantiasa bijak & cerdas ktk berhadapan dg anak selama 24/7.

Alhamdulillah 'alaa kulii hal ..

Sunday, 3 March 2013

Maraton

Kemaren Ahad, Umm, krucils, dan dedek janin melalui hari yang melelahkan. Dimulai dari jam 10.30 pagi sampai jam 11.30 malam.
Ada 3 amanah yang harus diselesaikan. Mengisi halaqoh, tahsin, lalu malamnya mengisi taklim.
Subhanallah.. penaaat rasanya. Alhamdulillah anak-anak relatif anteng. Terimakasih pada 'ammah-'ammah shalihah yang sudah ngajak maen duo Wafa Husna :).
Walaupun ketika taklim agak rewel sedikit, maklum sudah sangat cape.

Ini adalah perjalanan 'amar ma'ruf maraton. Biasanya tidak sepadat ini.Alhamdulillah Allah SWT berikan kesempatan untuk menjalankan amanah yang relatif padat ini. Malu sebenarnya, karena mungkin bagi ummahat lain, perjalanan syiar islami maraton ini sudah perjalanan keseharian. Lha saya baru merasakan sekarang.

Apalagi ketika pagi-pagi buka situs 'kebaikan', subhanallah di luar sana banyak yang mempunyai amanah yang lebih berat. Berkorban lebih banyak, dan berpeluh lebih lelah. Aah apalah diri ini. Belum memberikan kontribusi apa-apa untuk 'kebaikan'.

Jadi kangen akhwat fillah di Bandung..
Apa kabarnya ya?
^__^

Monday, 25 February 2013

-What Brain Science Can’t Do-

Tulisan ini lanjutan dari ringkasan bagian Introduction dari buku 'Brain Rules for Baby : How to Raise a Smart and Happy Child from Zero to five'. Tulisan pertamanya membahas tentang mitos-mitos apa sj siy disekitaran otak bayi, nah tulisan lengkapnya bisa dilihat di sini

Sekarang kita akan membahas, apa siy yang ilmu parenting tidak bisa lakukan. Intinya, ilmu parenting khususnya riset mengenai otak bayi ini 'hanya' bisa menerangkan garis besar saja, pola kerja saja secara umum. Ia tidak bisa membuat rumus/solusi yang spesifik untuk setiap kasus. Ataupun rumus generik dalam kehidupan nyata. Untuk mendapatkan solusinya, maka setiap orang tua harus mempu mengenali anaknya dengan baik.
*Jleb... mantaaabbbb. Mengena banget... 
Kalau lagi insyaf, saya sering berkata pada diri sendiri, "Kalau bukan saya, ibunya yang belajar memahami anaknya, lalu siapa lagi? Saya yang mengandungnya selama 40 minggu. Dia ikut kemana saya pergi. Merasakan detak jantung saya. Memakan apa yang saya makan, meminum apa yang saya minum. Ikut kelelahan bersama fisik saya, bahkan mungkin mampu mengintip ruang hati saya ketika saya sedih,gembira, terharu dan bermacam perasaan lainnya. Sedikit banyak, selama 9 bulan itu si anak belajar dari dan bersama saya. Sungguhlah egois jika saya tidak berusaha untuk belajar, mendalami apa yang terbersit dalam hatinya."
Aah tapi ya begitulah.. si sayah mah egonya masih segunung. Makanya semangat baca buku ini. Salah satu ikhtiar untuk memahami, dan mendidik buah hati .... dengan cinta.

Ok back to the topic. 
Nah, si ilmu parenting ini sulit untuk menemukan rumus umum ut semua masalah dikarenakan 4 hal, yaitu :

1.      Setiap anak berbeda.

Susunan saraf-saraf dalam otak akan berbeda untuk setiap orang. Dua anak akan memberikan reaksi yang berbeda untuk setiap situasi yang sama. Jadi tidak ada satu nasihat tentang pendidikan terhadap anak yang pas untuk semua anak. Setiap saran sifatnya individual. Cara terbaik untuk mengetahui solusi dari setiap masalah, adalah kenali putra putri kita dengan baik. Meluangkan lebih banyak waktu dengan mereka. Mengetahui bagaimana mereka bersikap dan bereaksi terhadap suatu masalah. Dan tindakan apa yang berpengaruh atau tidak terhadap mereka.

Dari sisi ilmu parenting, kemampuan otak untuk merespon rangsangan dari lingkungannya amat sangatlah rumit dan membingungkan. Keunikan seseorang juga makin bertambah komplek karena dipengaruhi oleh budaya dan nilai di suatu system. Yang paling nampak perbedaannya adalah keluarga yang hidup dalam kemiskinan mempunyai masalah yang sangat berbeda dengan keluarga menengah-atas. Otak memberikan respon yang berbeda atas situasi tersebut. Sehingga hal yang sulit bagi seorang peneliti untuk ‘menghasilkan’ sebuah ilmu yg solutif untuk setiap kondisi. 
Jadi, ibu... yang paling bisa membantu anakmu, adalah dirimu. kenali ia dengan baik, singkirkan egomu. Mari kita rehat dari kericuhan dunia, untuk si dia yang kau cinta.



2.      Setiap orang tua berbeda.

Anak dibesarkan oleh dua sistem parenting yang berbeda. Sistem yang melekat pada diri ayah, dan ibu. Masing-masing memilki prioritas yang berbeda, dan hal ini bisa menjadi sumber konflik yang hebat.

Oleh karenanya diperlukan kerjasama antara ayah dan ibu. Kesepakatan-kesepakatan dalam mendidik anaknya. Namun kesepakatan itu tidak ada yang 100% berjalan sempurna. Ada saja hal-hal yang perlu dikompromikan lagi, dikaji ulang dan seterusnya. Hal ini terkadang menimbulkan kebingungan pada anak. Dan respon anak terhadap situasi ini akan berbeda. Hal ini juga menjadi hal yang rumit bagi sebuah riset untuk membuat satu formulasi yang khusus.

 Nah, kalau bagian ini memang perlu tenggang rasa, saling memahami, dan lapang dada antara ibu dan ayah. Kuncinya komunikasi kan ya? Tapi semuanya tidak semudah teori ternyata.


3.      Anak dipengaruhi oleh yang lain, lingkungan, teman, dan orang sekitarnya.

Ketika anak beranjak besar, kehidupannya akan semakin rumit. Ia akan pergi ke sekolah, bertemu dengan teman bermain di sekolah, di lingkungannya. Pergaulan dengan lingkungan ini akan membentuk karakternya. Biasanya pengaruh lingkungan ini cukup besar bagi kepribadian anak. Orangtua tidak bisa selamanya melindungi anak dari pengaruh orang lain. 
Partikel-partikel luar ini pulalah yang membuat peneliti sulit untuk menemukan formula khusus. Setiap lingkungan berbeda. Mungkin saja tindakan si anak dipengaruhi lingkungan A, B atau gabungan keduanya. Cukup rumit ya?



4.      Berhubungan namun bukan sebab akibat.

Andaikan susunan jaringan otak sama, dan semua orangtua mendidik dengan gaya yang sama, riset mengenai otak dan perilaku pada manusia tidak akan menemukan formula yang sempurna. Sebuah kejadian yang satu dengan yang lain mungkin berhubungan, tapi belum tentu merupakan hubungan sebab akibat.

Misalnya : Biasanya anak yang tantrum ketika mengamuk akan mengompol. Tapi tidak berarti bahwa mengompol menyebabkan tantrum. Sehingga ketika anak berhasil disembuhkan tantrumnya, maka ia tidak akan mengompol lagi.




Jadi yang bisa dilakukan dalam sebuah penelitian mengenai parenting ini adalah :

a.       Menemukan rahasia pola pendidikan yang bisa membuat anak pintar dan bahagia seperti apa adanya mereka. Tentunya dikaitkan dengan struktur, fungsi dari otak tersebut.

b.      Lalu memberikan resep rahasia tsb kepada orang tua yang ‘kehilangan’ sense / kepekaan dalam mendidik anak agar cerdas dan bahagia.

c.       Menilai bagaimana perkembangan anak tsb 20 tahun kemudian. Bagaimana karakter mereka berubah ketika dewasa.


Inilah yang dilakukan dalam ilmu pengetahuan. Melihat keterkaitan, bukan sebab akibat. Tapi tentu saja tidak pernah sempurna, karena Allah SWT menciptakan manusia berbeda dan mempunyai pribadi yg sangat komplek.

Allahu'alam bi showab...


-Mensyukuri 13 tahun 'cinta' -

Tiga belas tahun yg lalu, seorang gadis berjalan perlahan di pelataran mesjid kampus. Tak seperti biasanya, langkahnya berat. Ia memikirkan untaian kalimat yg disampaikan seniornya..
"Allah SWT akan meminta pertanggung jawaban kita atas setiap tindakan yg kita lakukan. Bahkan ketika kepalamu menoleh, Allah SWT akan bertanya ut apa gerakan itu kau lakukan"

Keras, singkat, padat & menghujam. Membuat si gadis merasa tertampar hebat. Hingga akhirnya memutuskan untuk berubah ke arah yg lebih baik, InsyaAllah.
Dan kini, si gadis yg telah bermertamorfosa mjd ibu2 itu sangat kangen dg seniornya..
Seseorang yg telah " menamparnya"..

Tujuh tahun sdh tidak pernah berjumpa, namun ikatan hati itu masih terjalin kuat .... InsyaAllah..

Teteh sayang dimanapun engkau berada, sy kangeen banget..
Semoga untaian doa senantiasa mengikatkan hati kita..

Ceuceu sayang dedek baby ^__^

Alhamdulillah, akhirnya kami diberi kesempatan untuk 'menengok' dedek janin melalui monitor kecil. Yang paling semangat tentu saja ceuceu Wafa. Memang dr dulu yang pengen punya adek lagi ya si sulung ini.

Sayangnya antriannya puanjaaaaang banget, sampai akhirnya Wafa harus pamit duluan karena harus masuk sekolah (sekolahnya siang). Awalnya Ceuceu gak mau, tapi akhirnya bersedia setelah Ummi bujuk, "Nanti pulang sekolah ceuceu liat foto (hasil usg) dedek bayi ya?"

Sore sepulang sekolah, Wafa gak bisa langsung ke rumah karena hujan lebat. Wafa maen dulu di rumah Abang Azka. Menjelang maghrib, si Ummi telepon ut memastikan Ceuceu baik-baik saja. Heuheu khawatir sedih kok Umminya gak datang-datang ^__^
Dan ternyata pertanyaan pertama yang keluar dr mulut ceuceu ketika Ummi telepon adalah,
"Ummi, gimana adek bayinya? Sehat-sehat saja kan?"
Dan ketika Ummi menjemputnya, ia pun langsung antusias menanyakan foto dedek janin.

Huwwwwwwwwwwwwwwaaaaaaaahhh si Ummi terharu...
Nak, dibalik keunikanmu, kau memiliki kelembutan hati. Ceuceu mencintai adek baby, bahkan sebelum ia lahir ya Nak?
Semoga dedek bayi sehat-sehat yaa.. Nanti kalau sudah ketemu, dijaga, diasuh dan disayang ya Nduk ....

Aah colek Aki Opang Sofyan... dan Uwa-uwa shalih & shalihah..
Maaf belum sempat ngabarin kehadiran dedek bayi. Si Ummi pengen memastikan dulu bahwa dedek janin sudah nyaman berada dalam rahim Ummi ...