Kami tak merayakan ulang tahun..
Ketika ceuceu minta kek ulang tahun pun, ummi bilang, " Gak ada kue
ulang tahun ya. Tp nanti kl hafalan wafa udah 20 beli kue lg. Nanti kl
sdh 1 juz, beli kue yg besar ya. InsyaAllah. "
Karena itulah,
kami pun lupa kl kemaren 30 april, husna genap 2 tahun. Selain karena
tidak ada perayaan juga karena husna sdh lama disapih :-(
Teteh husna sdh 2 tahun, alhamdulillah. Sdh hrs beli tiket sendiri ;-). Sdh besssaaarrr, tp tetep anak kecil..
Ummi harus banyak baca, banyak sabar, & banyak memahami, agar tumbuh kembangmu lebih baiiiik lagi...
Ummi, Abah, ceuceu saaayang una shalihah..
♥
Friday, 3 May 2013
Muraja'ahnya Neng Una
Cerita hari ini tentang gadis berusia 2 tahun.
Pagi itu kami sedang duduk-duduk. Perut sudah kenyang, badan Una pun sudah bersih. Mandi pagi-pagi.
"Teh, ngaji yuk!" ajak Ummi.
Gadis kecil itu pun melafazkan Basmallah. Namun tiba-tiba berhenti. Dia
turun dari kursi lalu, "Qur'an... Qur'an...," si gadis kecil mencari
Qur'an sambil berjalan ke arah kamar setrikaan. Ia tahu Umminya
menyimpan Qur'an di kamar setrikaan, agar bisa nyetrika sambil
muraja'ah.
"Pake Qur'an Abah saja ya Teh." Ummi mengambilkan Qur'an Abah yg disimpan di atas meja.
Lalu Qur'an Abah pun ia terima. Lalu Una duduk manis di kursi. Gayanya
seperti muslimah yg sedang tilawah. Ia lalu membaca QS Al-Lahab
berulang-ulang di halaman yg tertulis surat Al-Fatihah.. ^__^
Diajak baca An-Nass, gak mau. Hari ini pengennya surat Al-Lahab terus. :)
Lalu gadis mungil itu menatap Ummi, dan berkata, " Ummi coba!"
Awalnya Ummi tak faham.
Tapi.. ' Ting'...
Ummi pun mulai membaca Al-Fatihah. Mencoba menerjemahkan maksud Una. ia
ingin Ummi melafazkan surat di halaman yg ia buka. Dan yup! Betul! Una
ingin Ummi memurajaah hafalan Ummi, seperti yg sering ia lihat ketika
Ummi setor hafalan. Setelah Al-Fatihah selesai, gadis kecil itu kembali
menunjuk halaman sebelahnya.
Aamaaaan, awal surat Al-Baqarah masih Ummi hafal. :)
Namuun tiba-tiba ia membuka halaman yg di tengah, "Ini!" tunjuknya.
"Waaah surat yang itu mah Ummi belum hafal, Teh." Si Ummi tutup muka.
Hafalannya baru yg pendek2. "Yang ini saja ya!" Ummi lalu membuka QS
Al-Munafiquun.
Belum selesai Ummi memurajaah QS Al-Munafiquun, gadis kecil itu lalu memberikan Qur'annya, "Coba!" ucap mulut kecilnya.
Apa lagi niiy? Si Ummi menebak apa maunya neng Una. Tak lama terdengar dia membaca Al-Lahab (lagi).
Oooo ternyata neng Una pun mau memurajaah hafalannya. Ia meminta Ummi
menyimaknya, seperti yg biasa Ummi lakukan ketika menyimak muraja'ah
temen Ummi ketika kami berkumpul di 'lingkaran cinta'.
Subhanalllah....Sungguh Skenario Allah SWT itu sangat indah... ♥
Sy termasuk ibu yg mempercayai bahwa tarbiyah/pendidikan anak itu kapan
saja dan dimana saja. Meski lelah, meski ribet, sy ingin anak-anak sy
terlibat dalam dakwah. Menyaksikan dan merasakan indahnya dakwah. Serta
menjadikan Qur'an teman setianya...
InsyaAllah....
Aamiin...
Friday, 26 April 2013
Berhenti.. atau bergerak?
Ketika raga mulai terasa lelah..
Namun, amanah masih belum lagi usai, ...
Lalu, diri pun memuhasabah ...
Untuk apa lelah-lelah ini, jika nantinya tidak bisa beristirahat di alam abadi sana ...?
Segala kesibukan ini membuat tilawah sy tak tentu ....
Shalat malam pun tak khusyu karena raga masih ingin berbaring dulu,
Hapalan pun terbengkalai karena tak sempat ut duduk tenang dengan Qur'an di genggaman ..
Apalagi shalat sunah yang tak sempat tertunai karena merasa harus segera berdiri setelah shalat wajib telaksana...
Haruskah berhenti, dan diam saja...?
Hingga sebelum shalat di sepertiga malam terlaksana, terbaca sebuah untaian tausyiah yg manis dr Ustadzah Vienna Alifa..
Sy pun tersentil dengan indahnya.
Bukan, bukan sy harus berhenti atas semua kesibukan..
Bukankah orang yg terbaik itu adalah yang memiliki keshalihan sosial, disamping keshalihah pribadi?
Memberikan manfaat yang lebih banyak ut sekitar?
Pekerja keras yg bertebaran di muka bumi setelah shalat didirikan?
Lalu, apa yang salah?
Nampaknya prioritas sy mulai bergeser. Tidak lg menempatkan Allah SWT
sebagai tujuan utama. Sy terlalu fokus dengan berbagai target dan
keinginan sy. Astaghfirullah 'al adzim...
Seharusnya, apapun amanah yang ada di pundak, Allah SWT tetap no 1 di hati, pikiran, dan lisan sy.
Meniatkan setiap langkah, ucap, gerak atas semua laku hanya untuk keridhoan Allah SWT semata.
Memahami bahwa setiap usaha adalah ikhtiar sy ut mendapatkan hasil yang
baik. Bahwa hasil atas setiap kerja sy dalam genggaman Allah SWT.
Hingga 'aneh' rasanya jika bertungkus lumus nya sy dalam suatu pekerjaan
membuat ibadah yaumian sy menjadi terjun bebas ke bawah.
Karena
bukankah Allah SWt yang memberi hasil? Maka sy harus merayu padaNya
dengan segenap kemampuan sy. Agar semua lelah jiwa, raga dan pikiran sy
mendapatkan hasil yg maksimal di dunia dan syurgaNYA...
Serta mendapatkan bonus ut berjumpa denganNYA nanti, aamiin..
Maka, sy harus bangkit. Membenahi niat, mengatur kembali manajemen
amalan sy, dan menempatkan DIA sebagai No 1 dalam hati, jiwa, raga,
pikiran sy ....
Bukankah kematian itu sangat dekat? Teramat dekat.
Mohon do'anya .. :)
♥
Wednesday, 17 April 2013
Bukan hal yang mudah bagi saya ut terus berjuang tanpa keluhan.
Bukan hal yang gampang bagi saya ut terus maju, hingga hasil itu nampak di hadapan mata.
Apalagi ut terus berprasangka baik, memupuk berjuta harapan akan balasan nan kekal dan abadi di ujung sana.
Perlu usaha yang keras, sangat keras agar senantiasa berjalan. Kemudian menambah rasa syukur dalam setiap langkah yang terayun. Serta mengalirkan jutaan rasa optimisme agar gerak kaki tak terhenti.
Allah SWT melihat proses, maka bergeraklah. InsyaAllah akan ada hasil di ujung perjuangan.
Allah SWT menemani dalam setiap helaan nafas, maka berpikirlah ut melakukan sebuah terobosan.
Karena DIA senantiasa mengistimewakan umatnya yang mau berpikir, beramal, bergerak, namun tetap tunduk, tawadhu dan patuh atas semua perintahNYA...
Yaa Rabb ...Kuatkan hambaMu ini..
Bukan hal yang gampang bagi saya ut terus maju, hingga hasil itu nampak di hadapan mata.
Apalagi ut terus berprasangka baik, memupuk berjuta harapan akan balasan nan kekal dan abadi di ujung sana.
Perlu usaha yang keras, sangat keras agar senantiasa berjalan. Kemudian menambah rasa syukur dalam setiap langkah yang terayun. Serta mengalirkan jutaan rasa optimisme agar gerak kaki tak terhenti.
Allah SWT melihat proses, maka bergeraklah. InsyaAllah akan ada hasil di ujung perjuangan.
Allah SWT menemani dalam setiap helaan nafas, maka berpikirlah ut melakukan sebuah terobosan.
Karena DIA senantiasa mengistimewakan umatnya yang mau berpikir, beramal, bergerak, namun tetap tunduk, tawadhu dan patuh atas semua perintahNYA...
Yaa Rabb ...Kuatkan hambaMu ini..
Friday, 8 March 2013
Anak-anak Manis ^__^
Di saat menjelang tidur, duo krucils masih asyik main, ketawa-ketiwi. Ibunya sudah lelah menanti...
"Ayoo cepat tidur, Ummi matiin ya lampunya."
"Tak naaaak," jawab si sulung sambil tetep main dengan adiknya.
"Ya udah Ummi tidur!" si Ibu sudah pasrah. Ia membalikan tubuhnya, tidur menghadap kanan, membelakangi kiddos.
"Adek sini sama Ceuceu, Ceuceu mpok-mpok ya! Eh jangan di situ, nanti gak kena bantal. Sini!"
Huhuhuhu si ibu yang mendengar celotehan sang Kakak, terharu. Galak banget ya Ibunya, padahal anak-anaknya manis gini... ^__^
Tak lama, setelah dirasa anak-anak berbaring manis, si Ibu bangkit dr
tidurnya untuk mematikan lampu kamar. Eeh si adek malah bangun, dan
dengan isengnya tidur di bantal Ibunya.
"Teteh (panggilan ke si adek, karena mau punya adek), Teteh mau tidur dimana?"
"Sini." ucap si kecil mantap, sambil diam di bantal ibunya.
"Ummi dimana?"
"Sana, adek sini, Ummi sana, ceuceu sana." Tangan si mungil menunjukan posisi-posisi tidur.
"Ya udah Ummi tidur di tempat Abah ya," ealaaah si Ibu merajuk. Ia pun beranjak mematikan lampu, lalu tidur di kasur Abah.
Reaksi si sulung, "Ummi.. mau tidur sama Ummi."
"Nggak," si Ibu tetap pundung.
"Huhuhuhu.. huhuhuhu..." tangisan sedih terdengar dr mulut si sulung.
"Ya udah sini, Ummi pegang tangan Ceuceu. Kan biasanya jg pegangan
tangan." Ibu yg mulai emosi itu menenangkan anaknya. " Jangan nangis,
ayo bobo! Adek juga gak nangis!"
Si sulung nangis sambil pegangan
tangan, si adek malah nyamperin ke tempat ibunya. Ia lalu tidur di
sebelah ibunya dengan santai.
"Ih tutah (susah)," si adek
bolak-balik membetulkan posisinya. Bantal yg dipakai di tempat tidur
Abahnya memang lebih tinggi. Ia terus menerus guling kanan dan kiri,
tapi tetap saja posisinya gak pas.
"Ya sudah, Teteh pake bantal Teteh ya! Yang ini ketinggian." Ibunya menawarkan solusi.
Tiba-tiba, "Ummi maaf," gadis kecil berusia belum 2tahun ini mengeluarkan suara penyesalan dan uluran tangan.
Ibunya bengong, antara terharu dan pingin ketawa. Huhuhu si kecil
meminta maaf, sekaligus rayuan agar si Ummi kembali ke tempat tidurnya.
"Ummi maaf, " sekali lagi suara kecilnya terdengar, tanganya pun tetap terjulur.
"Iya Ummi maafkan. Ayo kita tidur lagi di tempat kita ya. Teteh tidur di sebelah Ummi ya."
Adik kecil yang insyaAllah segera menjadi kakak itu pun tersenyum
manis. Kami pun beranjak ke tempat biasanya. Si kecil dipeluk dan di
'mpok-mpok' Ummi dengan tangan kanan, si sulung memegang tangan Ummi
yang kiri dengan erat.
"Ummi, baca doa dulu biar gak mimpi buruk!" si sulung mengingatkan.
Kami pun memulai ritual sebelum tidur bersama-sama. Membaca Al-Ikhlas,
AL-Falaq, An-Naas, lalu meniup dan mengusapkan ke seluruh tubuh seperti
yg Rasulullah lakukan. kemudian ditutup dengan doa sebelum tidur...
-Happy Ending-
Moral of the story :
"Jadi ibu jangan cepet pundungan! Tuh lihat, anak-anaknya manis banget
begitu. Malu kan kalo dikit-dikit pundung.. dikit-dikit merajuk."
Pembelaan si ibu -"Udah cape bin ngantuk, pengen BOBO TITIK"
Hehehehe... ^__^
Wednesday, 6 March 2013
-5 Maret 2013-
Menjadi ibu, istri yg full di rumah tanpa khadimat, bukanlah sebuah amanah yg mudah.
Rutinitas yg sama setiap harinya tanpa henti.
Alhamdulillah sy diberi kesempatan ut mengaji. Mendatangi pertemuan rutin yg selalunya mengingatkan sy ut beristirahat dr hiruk pikuk dunia. Menyediakan waktu ut Me Time, 'berduaan' denganNya. Bahwa sesibuk apapun sy, sy harus menyediakan waktu ut shalat wajib & sunah, tilawah, & berdzikir.
Tak terbayang betapa stress nya sy, jika sy tidak menyediakan waktu ut 'beristirahat'.
Apalagi sy bukan tipe orang yg suka keluar, main ke tetangga kecuali penting banget. Pertemuan pekan ini, membuat sy lebih 'gaul'. Selain diingatkan akan akhirat, sy jg diajak ut berdiskusi tentang info terkini. Bahkan diingatkan ut peduli trhdp apa yg terjadi di sekitar.
Kewajiban ut syiar 'amar ma'ruf di setiap pekannya juga mengasah kepekaan sy & memaksa sy ut membuka buku. Agar sy cukup berisi ketika berbagi ilmu. Kl ngandelin waktu kosong ut membaca mah, ga pernah nemu waktu. Sy hrs dipaksa ut membaca. Dan amanah ini membuat sy 'terpaksa' membaca. Keterpaksaan yg menguntungkan tentunya.
Alhamdulillah sy jg dianugrahi suami yg memiliki pemahaman yg baik & suka mengaji. Sy dididik ut mengingat akhirat, diberikan ijin ut keluar rumah menyebarkan kebaikan. Dan dukungannya tidak hny sampai disitu sj, si dia sering membantu meringankan amanah rumah tangga. Dan tentunya si dia jg sangat dekat dg anak2, sehingga memberikan sy waktu jeda ut sebentar menjauh dr anak2 ktk si dia ada di rumah. Mengistirahatkan pikiran & emosi agar bs lebih bersabar ketika mendampingi dua krucils tumbuh. Karena bukan hal yg mudah ut senantiasa bijak & cerdas ktk berhadapan dg anak selama 24/7.
Alhamdulillah 'alaa kulii hal ..
Rutinitas yg sama setiap harinya tanpa henti.
Alhamdulillah sy diberi kesempatan ut mengaji. Mendatangi pertemuan rutin yg selalunya mengingatkan sy ut beristirahat dr hiruk pikuk dunia. Menyediakan waktu ut Me Time, 'berduaan' denganNya. Bahwa sesibuk apapun sy, sy harus menyediakan waktu ut shalat wajib & sunah, tilawah, & berdzikir.
Tak terbayang betapa stress nya sy, jika sy tidak menyediakan waktu ut 'beristirahat'.
Apalagi sy bukan tipe orang yg suka keluar, main ke tetangga kecuali penting banget. Pertemuan pekan ini, membuat sy lebih 'gaul'. Selain diingatkan akan akhirat, sy jg diajak ut berdiskusi tentang info terkini. Bahkan diingatkan ut peduli trhdp apa yg terjadi di sekitar.
Kewajiban ut syiar 'amar ma'ruf di setiap pekannya juga mengasah kepekaan sy & memaksa sy ut membuka buku. Agar sy cukup berisi ketika berbagi ilmu. Kl ngandelin waktu kosong ut membaca mah, ga pernah nemu waktu. Sy hrs dipaksa ut membaca. Dan amanah ini membuat sy 'terpaksa' membaca. Keterpaksaan yg menguntungkan tentunya.
Alhamdulillah sy jg dianugrahi suami yg memiliki pemahaman yg baik & suka mengaji. Sy dididik ut mengingat akhirat, diberikan ijin ut keluar rumah menyebarkan kebaikan. Dan dukungannya tidak hny sampai disitu sj, si dia sering membantu meringankan amanah rumah tangga. Dan tentunya si dia jg sangat dekat dg anak2, sehingga memberikan sy waktu jeda ut sebentar menjauh dr anak2 ktk si dia ada di rumah. Mengistirahatkan pikiran & emosi agar bs lebih bersabar ketika mendampingi dua krucils tumbuh. Karena bukan hal yg mudah ut senantiasa bijak & cerdas ktk berhadapan dg anak selama 24/7.
Alhamdulillah 'alaa kulii hal ..
Sunday, 3 March 2013
Maraton
Kemaren Ahad, Umm, krucils, dan dedek janin melalui hari yang melelahkan. Dimulai dari jam 10.30 pagi sampai jam 11.30 malam.
Ada 3 amanah yang harus diselesaikan. Mengisi halaqoh, tahsin, lalu malamnya mengisi taklim.
Subhanallah.. penaaat rasanya. Alhamdulillah anak-anak relatif anteng. Terimakasih pada 'ammah-'ammah shalihah yang sudah ngajak maen duo Wafa Husna :).
Walaupun ketika taklim agak rewel sedikit, maklum sudah sangat cape.
Ini adalah perjalanan 'amar ma'ruf maraton. Biasanya tidak sepadat ini.Alhamdulillah Allah SWT berikan kesempatan untuk menjalankan amanah yang relatif padat ini. Malu sebenarnya, karena mungkin bagi ummahat lain, perjalanan syiar islami maraton ini sudah perjalanan keseharian. Lha saya baru merasakan sekarang.
Apalagi ketika pagi-pagi buka situs 'kebaikan', subhanallah di luar sana banyak yang mempunyai amanah yang lebih berat. Berkorban lebih banyak, dan berpeluh lebih lelah. Aah apalah diri ini. Belum memberikan kontribusi apa-apa untuk 'kebaikan'.
Jadi kangen akhwat fillah di Bandung..
Apa kabarnya ya?
^__^
Ada 3 amanah yang harus diselesaikan. Mengisi halaqoh, tahsin, lalu malamnya mengisi taklim.
Subhanallah.. penaaat rasanya. Alhamdulillah anak-anak relatif anteng. Terimakasih pada 'ammah-'ammah shalihah yang sudah ngajak maen duo Wafa Husna :).
Walaupun ketika taklim agak rewel sedikit, maklum sudah sangat cape.
Ini adalah perjalanan 'amar ma'ruf maraton. Biasanya tidak sepadat ini.Alhamdulillah Allah SWT berikan kesempatan untuk menjalankan amanah yang relatif padat ini. Malu sebenarnya, karena mungkin bagi ummahat lain, perjalanan syiar islami maraton ini sudah perjalanan keseharian. Lha saya baru merasakan sekarang.
Apalagi ketika pagi-pagi buka situs 'kebaikan', subhanallah di luar sana banyak yang mempunyai amanah yang lebih berat. Berkorban lebih banyak, dan berpeluh lebih lelah. Aah apalah diri ini. Belum memberikan kontribusi apa-apa untuk 'kebaikan'.
Jadi kangen akhwat fillah di Bandung..
Apa kabarnya ya?
^__^
Subscribe to:
Posts (Atom)