Showing posts with label mydearhusna. Show all posts
Showing posts with label mydearhusna. Show all posts

Friday, 1 November 2013

#TarbiyahRamadan

Alhamdulillah sampai hariini, si sulung (5T) ikut sahur terus. Shaumnya kadang penuh, kadang bolong. Alhamdulillah kl sekolah mah bisa penuh shaumnya, kl full di rumah atau dengan Ummi terus, yg justru jadi minta buka ^__^

Tarbiyah selanjutnya adalah mengajaknya shalat subuh. Meski rajin sahur, si mungil biasanya langsung tidur setelah sahur. Si Ummi harus mengeluarkan berbagai jurus dan rayuan maut untuk mengajaknya shalat subuh...
Pagi ini,
"Ceu, shalat yuk!"
"Tak nak...."
" Ceuceu kan sudah hebat bisa puasa penuh, ikut sahur. Nanti kl tak sholat susah masuk syurganya. Ceuceu shaum biar bisa masuk syurga kan?"
Gadis mungil itu pun mengangguk.
"Di syurga semua yang Ceuceu mau, in syaa Allaah ada."
"Ada kolam renang es krim!" Tiba-tiba gadis kecil itu berkata dengan mata berbinar dan riang.
Haaaah.. kolam renang es krim? Macam mana pulak ituuu...
Kl ut Ummi kebayangnya jarareged, alias lengket. Berenang di kolam es krim. ^__^

Meski jarareged dan teu kabita, but finally I said,
"Heemmh yaa.. kolam renang es krim. Jadi sambil berenang... slruuuupp.... slruuuppp... syedaaaappppp."
Hahaha.. kami pun tertawa riang berdua... ^__^
Dan alhamdulillah si sulung pun mau shalat subuh, dan berwudlu dengan tertibnya...

In syaa Allaah ya Nak, semoga suatu saat nanti kita bersama orang2 tercinta akan 'berenang' di telaga yang jernih di JannahNYA...

Aamiin

Wednesday, 16 October 2013

Yang Lagi Akur

Ketika si Ummi ngelonin mujahid imut, si abah lagi keluar, duo gadis lagi asyik di depan.
"Ini belum Ceu," ujar si Teteh una. Nampaknya mereka sedang membereskan mainan sejenis lego KW10 (hihihih..:D)..
"Beberesnya sudah Ceu?" Tanya Ummi, pertanyaan yg sebenarnya untuk menebak apa yang mereka lakukan.
"Belum Mi." Ucap si sulung. Sambil terus sibuk ngemandorin adeknya, dan juga ikut beres - beres.
Alhamdulillah, tanpa Ummi cerewetin apalagi diperintah, duo gadis kompak beres2.

Tak lama mereka sudah ribut lagi,
"Teteh yang di atas," ujar si mungil, suaranya terdengar dari arah depan kamar mandi. Nampaknya ia ingin ngebooking jojodog alias tempat duduk kecil yg ada di kamar mandi, untuk dia naiki saat sikat gigi. Maklum tubuhnya mungil, tak sampai wastafel kl tak naik jojodog. 
Namun entah bagaimana, tampaknya si Ceuceu yg duluan naik. Alhamdulillah si Teteh mungil tidak protes, yang ada dia malah bilang, "Ceu sikat gigi Teteh."
Maksudnya dia minta diambilkan sikat gigi sama Ceuceunya yg sudah naik jojodog. 

Setelah Ceuceu beres sikat gigi, dengan manisnya terdengar suara, "Sini dek!" 
Mungkin ia mempersilahkan adiknya naik jojodog. Tak lama si sulung menemui saya.
"Ummi, acuk ceuceu basah."
"Iya, (bajunya) ganti. Eh Ceu, adeknya ditanya mau pipis nggak." Pinta Ummi pada si sulung.

Si Sulung pun kembali ke kamar mandi, "Dek, mau pipis nggak?"
"Tak naaak," jawab si kecil, mantap.
Namun tak lama...
"Teteeeh ngompoool...." teriak si Teteh mungil dari kamar mandi... 

*heeeuuuuh anggeeer.. kabiasaaan si Teteh, ditawarin pipis nggak mau, tapi tak lama kemudian ngompol di kamar mandi 

Alhamdulillah, meski ada insiden 'ngompol', tapi Ummi bahagiaaaaaaaaa sekali lihat Ceuceu dan Teteh akur. Tidak ada huru-hara sebelum tidur . Apalagi dengan kompaknya beres2 mainan, tanpa Ummi minta. 
Alhamdulillah... Alhamdulillah...
Akur-akur terus ya sayaaaaaaaaang 
Rasa syukur bertambah karena malam ini ditutup dengan murajaah Ceuceu shalihah dr Al-Fatihah, lalu At-Takatsur sampai An-Naas, sebelum tidur.

Rabbi habli miladunka Dzurriyyatan Thoyyibatan. innaka samiiud Du'aa'

Aamiin..

Saturday, 25 May 2013

Sibuk duo krucils

Alhamdulillah ketika si sulung libur, rumah menjadi ramai. Karena Ceuceu sibuk bermain bersama adik tercinta. Konsekuensinya si Ummi gak bisa buka laptop, biar anak-anak bisa khusyu main tanpa melirik layar laptop. Alhamdulillah, ujung-ujungnya si Ummi bisa konsen mengerjakan hal lain, tidak tergoda buka laptop terus :)

Pun ketika laptop dan internet terkonek, itu adalah masanya Ummi memenuhi janji pada duo krucils tercinta. Ketika duo gadis mungil itu sudah selesai mandi, makan, shalat, dan ngaji (murajaah hafalan), maka mereka diberi hadiah ut memilih tontonan 'sehat' sebelum tidur.

Alhamdulillah kesibukan dan minimnya kesempatan Ummi terkonek dg internet di laptop ini menyelamatkan Ummi. Tidak sibuk membaca berita yang bisa mempengaruhi hati. Bisa lebih memanfaatkan waktu untuk hal lain yg lebih bermanfaat. InsyaAllah..
Saatnya tutup laptop lagi, Neng Una sudah banguuun..:)


Ada yg sibuk beramal.
Ada yang sibuk memikirkan amal orang lain hingga ianya lupa beramal.
Ada pula yang sibuk memberitakan keburukan orang lain sampai lalai ut memuhasabah dirinya sendiri. Lupa, menghitung kebaikan yg sudah dikumpulkan ut bekal di akhirat nanti.
Setiap jiwa ada ujiannya..
Teringat para sahabat yang menyediakan waktunya untuk memuhasabah diri sendiri. Sehingga senantiasa mempersiapkan diri ut beramal lebih baik lagi.
Semoga kesibukan dengan duo krucilku dihitung sebagai pemberat timbangan kebaikan ut pulang ke kampung akhirat nanti. Dan menghindarkanku untuk menyibukan diri atas perkara orang lain yg bisa mengurangkan timbangan amalku yang sedikit ini....

Aamiin..

Monday, 20 May 2013

Laporan Wafa & Husna : Sudah bisa apa ya?

Sudah lama tidak menulis perkembangan Wafa & Husna. Saat ini usia Wafa 4T 9B, dan Husna 2T 1B..

Yuuk ah mulai dituliskan, sebagai catatan bagi Ummi dan Abahnya. Mengevaluasi apa yang telah Ummi dan Abahnya lakukan ut dua buah hatinya ..


Ceu Wafa:
Alhamdulillah Wafa sudah,
1. Hafal 14 surat insyaAllah, Al Fatihah ditambah surat juz 30 dari Al-Ashr sampai An-Naas. Sedang berjuang menghafal surat At-Takatsur.
2. Sudah bisa berhitung 10 jari.
3. Sudah pandai mengasuh adiknya, kadang2. Tapi kadang2 juga bertengkar hehehe..
4. Hobi lari, terbukti dengan mendapat 3 medali pas sports day di TADIKA IHSAN ^__^
5. Imajinasinya sudah berkembang lebih baik. Main lego jadi hobinya. Bikin mobil, rumah dll sesuai imajinasinya.
6. Bacanya sudah sampai mana ya? Hahaha.. Ummi gak terlalu merhatiin bagian ini. Nanti deh dilihat lagi..:D
Apalagi yaa?
Nanti ditambah kalau inget


Teh Husna, alhamdulillah sudah
1. Cerewet. Banyak bicaranya... Hampir selalu mengikuti apa yang diucapkan ceuceunya :)
2. Sudah hafal 6 surat. Al Fatihah, An-Naas, Al-Falaq, Al Ikhlas, Al-Lahab dan Al - Humazah. Awalnya gak sengaja nyimak hafalan ceuceu. Sekarang Ummi seriusin nambahin hafalan Neng Una :).
3. Sudah bisa buka dan pake celana sendiri.
4. Bisa makan sendiri, tapi gak selalu mau makan sendiri. Seringnya disuapin.

Lupaaa.. hehehe.. Nanti insyaAllah ditambah lagi :)

Friday, 3 May 2013

Muraja'ahnya Neng Una

Cerita hari ini tentang gadis berusia 2 tahun.

Pagi itu kami sedang duduk-duduk. Perut sudah kenyang, badan Una pun sudah bersih. Mandi pagi-pagi.
"Teh, ngaji yuk!" ajak Ummi.
Gadis kecil itu pun melafazkan Basmallah. Namun tiba-tiba berhenti. Dia turun dari kursi lalu, "Qur'an... Qur'an...," si gadis kecil mencari Qur'an sambil berjalan ke arah kamar setrikaan. Ia tahu Umminya menyimpan Qur'an di kamar setrikaan, agar bisa nyetrika sambil muraja'ah.
"Pake Qur'an Abah saja ya Teh." Ummi mengambilkan Qur'an Abah yg disimpan di atas meja.
Lalu Qur'an Abah pun ia terima. Lalu Una duduk manis di kursi. Gayanya seperti muslimah yg sedang tilawah. Ia lalu membaca QS Al-Lahab berulang-ulang di halaman yg tertulis surat Al-Fatihah.. ^__^
Diajak baca An-Nass, gak mau. Hari ini pengennya surat Al-Lahab terus. :)
Lalu gadis mungil itu menatap Ummi, dan berkata, " Ummi coba!"
Awalnya Ummi tak faham.
Tapi.. ' Ting'...
Ummi pun mulai membaca Al-Fatihah. Mencoba menerjemahkan maksud Una. ia ingin Ummi melafazkan surat di halaman yg ia buka. Dan yup! Betul! Una ingin Ummi memurajaah hafalan Ummi, seperti yg sering ia lihat ketika Ummi setor hafalan. Setelah Al-Fatihah selesai, gadis kecil itu kembali menunjuk halaman sebelahnya.
Aamaaaan, awal surat Al-Baqarah masih Ummi hafal. :)
Namuun tiba-tiba ia membuka halaman yg di tengah, "Ini!" tunjuknya.
"Waaah surat yang itu mah Ummi belum hafal, Teh." Si Ummi tutup muka. Hafalannya baru yg pendek2. "Yang ini saja ya!" Ummi lalu membuka QS Al-Munafiquun.
Belum selesai Ummi memurajaah QS Al-Munafiquun, gadis kecil itu lalu memberikan Qur'annya, "Coba!" ucap mulut kecilnya.
Apa lagi niiy? Si Ummi menebak apa maunya neng Una. Tak lama terdengar dia membaca Al-Lahab (lagi).
Oooo ternyata neng Una pun mau memurajaah hafalannya. Ia meminta Ummi menyimaknya, seperti yg biasa Ummi lakukan ketika menyimak muraja'ah temen Ummi ketika kami berkumpul di 'lingkaran cinta'.

Subhanalllah....Sungguh Skenario Allah SWT itu sangat indah... ♥

Sy termasuk ibu yg mempercayai bahwa tarbiyah/pendidikan anak itu kapan saja dan dimana saja. Meski lelah, meski ribet, sy ingin anak-anak sy terlibat dalam dakwah. Menyaksikan dan merasakan indahnya dakwah. Serta menjadikan Qur'an teman setianya...
InsyaAllah....
Aamiin...

Friday, 8 June 2012

Neng Una .. neng una ..

Neng Una lagi mukul-mukul toples, Ummi sibuk depan kompi
Tiba-tiba terdengar suara..
"aah euu.. heemh.. haah.. euu"
Pas dilihat ternyata lagi megang hendphone persis yang lagi telepon... ^^

Diketawain deh sama Umminya..
Eeeh dia malah ikutan ketawa...
^^

Neng Una mah gitu da, kalau ada yang ketawa ikutan ketawa ...

Tuesday, 28 June 2011

dek Husna nya ceu Wafa

Alhamdulillah, engkau lahir dengan selamat Husna sayang..
Ummi, Abah dan ceu Wafa begituuu bahagia :)

Maaf ya Husna sayang, Ummi tidak sempat mencatat dengan rapih perkembanganmu ketika dalam rahim Ummi. Deuuuh si tesis menyita perhatian Ummi lebih banyak..

Begitupun dengan proses kelahiran, Ummi copy paste kan saja ya dari tulisan Ummi di Group ITB Motherhood

Setelah Wafa disapih yang bertepatan dengan  akhir masa studi saya, saya dinyatakan positif hamil. Di kehamilan yang kedua ini saya melakukan cek kehamilan di klinik kampus lagi. Namun ternyata system pemeriksaan di klinik kampus sudah berbeda. Setelah dinyatakan positif hamil, pemeriksaan kehamilan baru diperbolehkan pada minggu ke 14, sementara di kehamilan pertama saya langsung diminta periksa di bulan berikutnya.

 

Rencana awal, saya ingin terus periksa kehamilan di klinik kampus, selain hemat juga lengkap. Namun karena ada flek maka saya periksa ke DSOG di klinik swasta. Menurut sang Dokter flek itu karena letak plasentanya yang tak pas, saya lupa tepatnya.  Karena letak plasentanya harus senantiasa ditinjau, maka saya terus periksa di klinik swasta tersebut, saya hanya sempat periksa di klinik kampus dua kali saja. Tentu saja biayanya lebih mahal, selain itu hasil Lab pun tidak bisa diketahui langsung karena mereka mengirimkan sample ke Lab lain. Jadi di buku pemeriksaan kehamilannya tidak tertulis data lengkap kondisi kesehatan dan kandungan kita. Hanya diberikan buku kecil untuk janji bulan depan dan juga hasil scan USG bila dilakukan peng-scan-an.

 

Sejujurnya saya tidak terlalu puas dengan DSOG ini. Saya merasa tidak bebas bertanya – tanya. Selain itu juga DSOGnya laki-laki membuat saya sangat tidak nyaman.  Tapi karena tidak ada lagi klinik DSOG yang dekat, adanya di Hospital pakar yang lebih jauh dan biaya lebih mahal, maka saya tidak punya pilihan lain.     

 

Tibalah minggu – minggu mendekati masa kelahiran. Ketika usia kehamilan sekitar 36 minggu, hasil scan menunjukan berat bayi sudah 2.4 kg. Dokter menyampaikan jika menunggu sampai HPL, maka berat bayi akan mencapai 3.5 kg.  Dengan berat 3.5 kg, maka ada kemungkinan operasi jika posisi bayi tidak bagus. Namun jika berat bayi tidak terlalu besar maka posisis yang tidak pas itu bisa diusahakakan agar pas. Karena itulah Dokter menyarankan agar kelahirannya direncanakan sebelum HPL. Jadi, dalam jangka 10 hari kedepan setelah cek up, akan diperiksa kondisi rahim. Apakah sudah ada pembukaan atau belum. Jika sudah ada maka  proses kelahiran akan dicadangkan dalam 2 atau 3 hari berikutnya. Proses untuk mempercepat kelahirannya dinamakan augmentasi, CMIIW ya teman-teman. Saya pun belum sempat searching tentang augmentasi ini.

Dokter juga menyarankan epidural. Sejujurnya saya tidak terlalu nyaman dengan epidural, namun suami menyarankan untuk menggunakan epidural. Dia tidak ingin saya kelelahan menahan sakit karena kontraksi yang menyebabkan saya tidak mempunyai tenaga ketika melahirkan, seperti ketika melahirkan Wafa dulu.

Ketika saya periksa 10 hari kemudian, ternyata belum ada bukaan. Saya pun diminta datang seminggu lagi, namun ketika periksa seminggu kemudian masih belum ada bukaan, Dokter meminta saya datang kembali seminggu lagi. Saya pun bersyukur adek bayi belum mau lahir karena masih harus menyelesaikan thesis saya.

Setelah diperiksa yang terakhir ituternyata sudah ada bercak darah. Namun mengingat kelahiran Wafa dulu, saya masih tenang saja karena belum ada kontraksi. Kontraksi baru terasa hari Selasa malam, 5 hari setelah keluar darah. Kemudian besoknya ketika saya bersama Ibu saya jalan-jalan kontraksi makin terasa kuat. Pada hari Rabu malam itu saya telepon perawat di klinik tempat saya periksa, perawatnya meminta saya datang esok harinya saja sesuai dengan waktu yang sudah dijanjikan.

Hari kamis pagi saya berangkat ke klinik dengan membawa tas, jaga-jaga jika memang harus melahirkan hari itu. Karena kontraksi sudah terasa kuat meskpiun timbul tenggelam, persis seperti kehamilan pertama. Ketika periksa dengan dokter, katanya sudah ada bukaan, boleh melahirkan dalam minggu ini. Saya diminta ke resepsionis membuat janji untuk melahirkan. Hari kamis itu H-3 dari HPL. Sebetulnya saya ingin jadwal melahirkannya besok, namun karena sudah ada pasien lain di hari jum’at maka saya meminta hari Sabtunya saja, H-1 dari HPL.

Perawat pun bertanya, apakah saya ingin epidural atau tidak. Dalam hati inginnya tidak, tapi suami lebih merasa nyaman jika saya mengambil epidural. Akhirnya saya putuskan iya saja dulu. Kata perawatnya masih boleh difikirkan, nanti jum’at malam ditelepon lagi untuk kepastiannya.

 Hari jum’at saya merasakan kontraksi yang kuat dengan interval yang masih sama seperti sebelumnya. Naik turun tak menentu. Jum’at malam saya ditelepon untuk memastikan apakah saya jadi  melahirkan di klinik tersebut. Serta kepastian tentang epidural.Dengan segala pertimbangan, akhirnya epidural jadi diambil. Setelah ada kepastian, perawat yang menelepon meminta saya datang ke klinik tersebut pukul 7 pagi.

Esoknya pukul 7.30 saya baru sampai di klinik. Perawat sempat khawatir dan terus menelepon saya. Sesampainya disana, saya diminta segera mengganti baju. Lalu perawat memasukan obat dari belakang agar saya BAB. Setelah itu kondisi bayi di dalam perut diperiksa. Tak lama dokter bius datang memberikan suntik epidural. Hmmh lumayan sakit juga.

Tapi ooo tapi, ternyata suntik epidural ini tidak terlalu terasa manfaatnya oleh saya. Rasa sakit luar biasa masih terasa. Melihat saya yang tetap kesakitan, perawatnya pun keheranan. Akhirnya perawat mengecek bukaan, ternyata sudah bukaan 7. Dia berkata dalam hitungan menit bayi akan keluar. Makanya si epidural tidak terlalu berpengaruh

Alhamdulillah, dengan penuh perjuangan dan juga diomelin karena gak pandai ngeden padahal udah anak kedua, bayi Husna pun lahir dengan selamat pada pukul 10.21 am. Setelah lahir, Husna saya pegang sebentar, namun disini tidak ada IMD . Husna langsung dibersihkan, sementara saya juga langsung dijahit. Alhamdulillah jahitan yang sekarang tidak terasa seperti ketika melahirkan yang pertama.

 

Setalah dijahit, saya dibawa ke kamar untuk beristirahat. Baru sekitar jam 12an Husna dibawa ke kamar untuk  saya susui. Perawat yang membawa Husna bertanya apakah saya mau full ASI atau campur. Dengan keyakinan, saya menjawab insyaAlloh full ASI.

Di klinik ini saya harus menginap semalam. Meskipun saya di kamar sendiri, tapi tidak boleh ada yang menginap. Yang menunggui hanya sampai jam 10 malam, setelah itu pulang. Namun saya tidak terlalu khawatir walaupun ditinggal, karena ada perawat yang akan siap membantu saya jika saya memerlukan apa – apa

Satu catatan lagi untuk klinik ini, beberapa kali perawatnya menyarankan agar ASI saya dicampur denga susu formula. Tapi saya tetap keukeuh. Bahkan ketika Husna belum pipis juga, si perawat ‘mengancam’ jika sampai besok pagi tidak pipis artinya ASInya kurang, maka dia akan tambahkan susu formula. Saya pun menjawab, “InsyaAlloh besok Husna kencing.” Alhamdulillah, ketika perawat memandikan Husna, ternyata Husna pipis J, selamatlah Husna dari penambahan susu formula.