Showing posts with label myluvlywafa. Show all posts
Showing posts with label myluvlywafa. Show all posts

Friday, 1 November 2013

#TarbiyahRamadan

Alhamdulillah sampai hariini, si sulung (5T) ikut sahur terus. Shaumnya kadang penuh, kadang bolong. Alhamdulillah kl sekolah mah bisa penuh shaumnya, kl full di rumah atau dengan Ummi terus, yg justru jadi minta buka ^__^

Tarbiyah selanjutnya adalah mengajaknya shalat subuh. Meski rajin sahur, si mungil biasanya langsung tidur setelah sahur. Si Ummi harus mengeluarkan berbagai jurus dan rayuan maut untuk mengajaknya shalat subuh...
Pagi ini,
"Ceu, shalat yuk!"
"Tak nak...."
" Ceuceu kan sudah hebat bisa puasa penuh, ikut sahur. Nanti kl tak sholat susah masuk syurganya. Ceuceu shaum biar bisa masuk syurga kan?"
Gadis mungil itu pun mengangguk.
"Di syurga semua yang Ceuceu mau, in syaa Allaah ada."
"Ada kolam renang es krim!" Tiba-tiba gadis kecil itu berkata dengan mata berbinar dan riang.
Haaaah.. kolam renang es krim? Macam mana pulak ituuu...
Kl ut Ummi kebayangnya jarareged, alias lengket. Berenang di kolam es krim. ^__^

Meski jarareged dan teu kabita, but finally I said,
"Heemmh yaa.. kolam renang es krim. Jadi sambil berenang... slruuuupp.... slruuuppp... syedaaaappppp."
Hahaha.. kami pun tertawa riang berdua... ^__^
Dan alhamdulillah si sulung pun mau shalat subuh, dan berwudlu dengan tertibnya...

In syaa Allaah ya Nak, semoga suatu saat nanti kita bersama orang2 tercinta akan 'berenang' di telaga yang jernih di JannahNYA...

Aamiin

Wednesday, 16 October 2013

Yang Lagi Akur

Ketika si Ummi ngelonin mujahid imut, si abah lagi keluar, duo gadis lagi asyik di depan.
"Ini belum Ceu," ujar si Teteh una. Nampaknya mereka sedang membereskan mainan sejenis lego KW10 (hihihih..:D)..
"Beberesnya sudah Ceu?" Tanya Ummi, pertanyaan yg sebenarnya untuk menebak apa yang mereka lakukan.
"Belum Mi." Ucap si sulung. Sambil terus sibuk ngemandorin adeknya, dan juga ikut beres - beres.
Alhamdulillah, tanpa Ummi cerewetin apalagi diperintah, duo gadis kompak beres2.

Tak lama mereka sudah ribut lagi,
"Teteh yang di atas," ujar si mungil, suaranya terdengar dari arah depan kamar mandi. Nampaknya ia ingin ngebooking jojodog alias tempat duduk kecil yg ada di kamar mandi, untuk dia naiki saat sikat gigi. Maklum tubuhnya mungil, tak sampai wastafel kl tak naik jojodog. 
Namun entah bagaimana, tampaknya si Ceuceu yg duluan naik. Alhamdulillah si Teteh mungil tidak protes, yang ada dia malah bilang, "Ceu sikat gigi Teteh."
Maksudnya dia minta diambilkan sikat gigi sama Ceuceunya yg sudah naik jojodog. 

Setelah Ceuceu beres sikat gigi, dengan manisnya terdengar suara, "Sini dek!" 
Mungkin ia mempersilahkan adiknya naik jojodog. Tak lama si sulung menemui saya.
"Ummi, acuk ceuceu basah."
"Iya, (bajunya) ganti. Eh Ceu, adeknya ditanya mau pipis nggak." Pinta Ummi pada si sulung.

Si Sulung pun kembali ke kamar mandi, "Dek, mau pipis nggak?"
"Tak naaak," jawab si kecil, mantap.
Namun tak lama...
"Teteeeh ngompoool...." teriak si Teteh mungil dari kamar mandi... 

*heeeuuuuh anggeeer.. kabiasaaan si Teteh, ditawarin pipis nggak mau, tapi tak lama kemudian ngompol di kamar mandi 

Alhamdulillah, meski ada insiden 'ngompol', tapi Ummi bahagiaaaaaaaaa sekali lihat Ceuceu dan Teteh akur. Tidak ada huru-hara sebelum tidur . Apalagi dengan kompaknya beres2 mainan, tanpa Ummi minta. 
Alhamdulillah... Alhamdulillah...
Akur-akur terus ya sayaaaaaaaaang 
Rasa syukur bertambah karena malam ini ditutup dengan murajaah Ceuceu shalihah dr Al-Fatihah, lalu At-Takatsur sampai An-Naas, sebelum tidur.

Rabbi habli miladunka Dzurriyyatan Thoyyibatan. innaka samiiud Du'aa'

Aamiin..

Tuesday, 4 June 2013

Celoteh Krucils : Wafa mau Abah

"Ummi, mau sama Abah."
"Yaa..." Si Ummi jawab gak semangat gini, sudah biasa soalnya denger kalimat ini
"Ummi kangen sama Abah juga kan?"
*Blushing....
"Abah udah lama gak cuti." Ucap si sulung dengan muka sedih.
*Ettss.. lama gak cuti? Tuing.. tuing si Umminya.
"Kemaren kan Wafa jalan-jalan sama Abah ke Jusco." SI Ummi mengingatkan.
"E.. iyah.. ." Uvap mulut mungilnya.
"Nanti Ceuceu gak ganggu lagi Abah kerja. Abah kerja di rumah. Nanti kerjaan Abah beres, trus pulang ke Indonesia.. Yeaaaaa." Wajah nya berubah ceria dan bahagia.
"Aamiin.. Allahuma Aamiin." Hanya itu yg terucap dari mulut Ummi.
Semoga jadi penyemangat ut Abah yaa...
...

Episode lanjutannya...
"Ummi kalau dedek bayi sudah lahir. Ummi gak ngepok-ngepok Ceuceu lagi kalau bobo. Nanti Ceuceu di empok-empok sama Abah.. Yeaayyyy!!!"

*Balada neng geulis yang nempel sama Abahnya.. Ditinggal sampai malam saja sudah merindu begini.. PAdahal sepagian sebelum Abah berangkat, ini anak nguwel nguwel Abah saja...
feeling loved.

Saturday, 25 May 2013

Sibuk duo krucils

Alhamdulillah ketika si sulung libur, rumah menjadi ramai. Karena Ceuceu sibuk bermain bersama adik tercinta. Konsekuensinya si Ummi gak bisa buka laptop, biar anak-anak bisa khusyu main tanpa melirik layar laptop. Alhamdulillah, ujung-ujungnya si Ummi bisa konsen mengerjakan hal lain, tidak tergoda buka laptop terus :)

Pun ketika laptop dan internet terkonek, itu adalah masanya Ummi memenuhi janji pada duo krucils tercinta. Ketika duo gadis mungil itu sudah selesai mandi, makan, shalat, dan ngaji (murajaah hafalan), maka mereka diberi hadiah ut memilih tontonan 'sehat' sebelum tidur.

Alhamdulillah kesibukan dan minimnya kesempatan Ummi terkonek dg internet di laptop ini menyelamatkan Ummi. Tidak sibuk membaca berita yang bisa mempengaruhi hati. Bisa lebih memanfaatkan waktu untuk hal lain yg lebih bermanfaat. InsyaAllah..
Saatnya tutup laptop lagi, Neng Una sudah banguuun..:)


Ada yg sibuk beramal.
Ada yang sibuk memikirkan amal orang lain hingga ianya lupa beramal.
Ada pula yang sibuk memberitakan keburukan orang lain sampai lalai ut memuhasabah dirinya sendiri. Lupa, menghitung kebaikan yg sudah dikumpulkan ut bekal di akhirat nanti.
Setiap jiwa ada ujiannya..
Teringat para sahabat yang menyediakan waktunya untuk memuhasabah diri sendiri. Sehingga senantiasa mempersiapkan diri ut beramal lebih baik lagi.
Semoga kesibukan dengan duo krucilku dihitung sebagai pemberat timbangan kebaikan ut pulang ke kampung akhirat nanti. Dan menghindarkanku untuk menyibukan diri atas perkara orang lain yg bisa mengurangkan timbangan amalku yang sedikit ini....

Aamiin..

Wednesday, 22 May 2013

Perpisahan....

perpisahan itu terasa berat, bahkan di hati gadis berusia 5t. hidup di rantau, persaudaraan terjalin sangat erat. namun perpisahan jg terjadi begitu cepat.
seperti kejadian kemaren pagi, ketika 'Ammah Afifatun Nisa, mudik ke indonesia.
"Ceu, ka Husna & rayan hari ini pulang ke indonesia. Jd ceuceu nanti gak ketemu mereka lg ( di Johor)."
Gadis kecil itu terdiam. Raut muka sedih jelas tak bs disembunyikan.
Tak lama..
"Ummi, nanti kl pulang ke indonesia, kt ketemu kak Husna & umminya abang aden ya."
"InsyaAllah nak..." tak mampu kutahan haru mengaaminkan ucap si kecil.
Begitu pun ketika Wafa melihat foto 'Ammah shofiya syidada, Wafa bertanya,
"Ummi, hilmi kok ga pernah ada lg ( di Johor)."
"hilmi udah pulang ke indonesia, nak."
"nanti kl pulang ke indonesia kt ketemu hilmi ya."
"InsyaAllah...," hanya itu kalimat yg sanggup sy ucapkan.
InsyaAllah, Semoga Allah SWT kabulkan pintamu ceuceu shalihah ..

Monday, 20 May 2013

Laporan Wafa & Husna : Sudah bisa apa ya?

Sudah lama tidak menulis perkembangan Wafa & Husna. Saat ini usia Wafa 4T 9B, dan Husna 2T 1B..

Yuuk ah mulai dituliskan, sebagai catatan bagi Ummi dan Abahnya. Mengevaluasi apa yang telah Ummi dan Abahnya lakukan ut dua buah hatinya ..


Ceu Wafa:
Alhamdulillah Wafa sudah,
1. Hafal 14 surat insyaAllah, Al Fatihah ditambah surat juz 30 dari Al-Ashr sampai An-Naas. Sedang berjuang menghafal surat At-Takatsur.
2. Sudah bisa berhitung 10 jari.
3. Sudah pandai mengasuh adiknya, kadang2. Tapi kadang2 juga bertengkar hehehe..
4. Hobi lari, terbukti dengan mendapat 3 medali pas sports day di TADIKA IHSAN ^__^
5. Imajinasinya sudah berkembang lebih baik. Main lego jadi hobinya. Bikin mobil, rumah dll sesuai imajinasinya.
6. Bacanya sudah sampai mana ya? Hahaha.. Ummi gak terlalu merhatiin bagian ini. Nanti deh dilihat lagi..:D
Apalagi yaa?
Nanti ditambah kalau inget


Teh Husna, alhamdulillah sudah
1. Cerewet. Banyak bicaranya... Hampir selalu mengikuti apa yang diucapkan ceuceunya :)
2. Sudah hafal 6 surat. Al Fatihah, An-Naas, Al-Falaq, Al Ikhlas, Al-Lahab dan Al - Humazah. Awalnya gak sengaja nyimak hafalan ceuceu. Sekarang Ummi seriusin nambahin hafalan Neng Una :).
3. Sudah bisa buka dan pake celana sendiri.
4. Bisa makan sendiri, tapi gak selalu mau makan sendiri. Seringnya disuapin.

Lupaaa.. hehehe.. Nanti insyaAllah ditambah lagi :)

Wednesday, 6 June 2012

Pahuap Lingkung

















Begitulah kejadian sore tadi..

Ceuceu nyuapin dek husna dg tangan, sementara adeknya nyuapin ceuceu dengan sendok..
Kalau dipikir sama kita orang dewasa, kenapa gak pada nyuapin diri sendiri ya?

Ya itulah herannya, mereka pada hobi nyuapin. tapi khusus ceuceu Wafa dia suka pengen disuapin Umminya.. Padahal si Ummi lagi training dia makan sendiri...
Apa karena Ummi minta Wafa makan sendiri, jadi dia malah pengen disuap?
^^

Menjelang malam juga mereka saling suap hihihi ...
Setelah sebelumnya main bareng di kamar sambil ketawa-ketawa. Entah ngetawain apa, si Ummi lagi sibuk nulis equations ^^

Efek dari saling suap ini adalah makin berantakannya rumah, nasi bersepah-sepah di mana-mana. tapi ya sudahlah... Memang si Ummi wajib ngepel dan nyapu 3 x sehari

Yang akur ya anak-anak... :)
Selalu selamanya ..
Aamiin.

Sekilas Wafa

Hari Senin yang lalu, Wafa serius baca buku. Ngarang Abis!
Baca buku NOisy Day tentang para binatang yang berkunjung ke peternakan untuk melihat the new baby chicks.
Si Ummi kadang bacain dengan bahasa inggris sesuai aslinya. Kadang ngarang dengan bahasa Indonesia/sunda. Yang jelas bukan metode terjemah Inggris-Indo, atau Inggris-SUnda..
Ketiga bahasa itu diceritakan ke Wafa dalam waktu yang berbeda.
Nah pas 'baca' (baca : story telling, karena Wafa belum bisa baca) buku itu, salah satu yang dikarang Wafa adalah bagian ini (yang Ummi ingat),
"Mbek hayu ke rumah Mama ayam!"
"Ayu, tapi mbek makan rumput dulu ya!"
"Iya!"
"Assalamu'alaykum!"
....Nah lhoooo....
Semua .bagian itu kecuali ajakan ke rumah Mama ayam, gak ada di buku ceritanya :)
Bagian lainnya dari cerita Wafa banyak yang tidak Ummi fahami. Kenapa? Karena dia pake bahasa planet. Bahasa ngarang!!!!
Mungkin maksudnya pingin pake bahasa inggris, so dia was wes wos aja seadanya..
*jadi inget Umminya waktu kecil hihihihi...

Lalu selasa pagi, Wafa bangun pagi. Si Ummi masih nangkring depan lappie dia udah bangun. ALhamdulillah gak ngerecokin. Dia malah ambil papan tulis magnet. Lalu dia menulis,..
"Ummi ini j!" katanya sambil menunjukan huruf j
Ummi 'shock', eh tau dari mana anak ini tulisan j. Si Ummi kan 'tabu' ngajarin anak usia 4T menulis, boro-boro nulis, baca aja gak pernah diajarin.
"Iya ya j!" kata si Ummi, mencoba menyembunyikan rasa shock-nya. Trus balik ke laptop deh Ummi
"Ummi ini p," ucap suara mungilnya lagi, tapi bentuknya mirip cangkir atau mirip huruf u. Ummi pun mikir, kok p?
"P atau V?" Mencoba memastikan. Wafa kan ada darah sundanya, mungkin agak sulit melapalkan 'p' dan 'v'. Cateeet! Si Ummi beda ho bilang 'p' dan 'v' nya, kan udah latihan pengucapan yang benar depan si Abah .
"V!" ucap Wafa dengan pelapalan yang benar. DIa pun sudah diajarin Abah bilang 'v' yang betul, seperti 'v'  untuk seven
Lagi-lagi Ummi tersenyum, lalu balik ke Laptop

Tiba-tiba,
"Ummi ini A!"
Ih beneran huruf A besar, nulisnya rapih lagi. Ummi jadi penasaran, Wafa kursus nulis dimana Nduk?
"Wafa tau darimana?"
"Dari Laptop," ujarnya, polos.
Beuuuuu, perasaan belum pernah ngasi nonton pilem yang khusu ngajarin baca .
Ada juga dikasi buka website www.starfall.com. Salah satu faturenya memang ada lagu 'abc', trus ada game yang mencet-mencet lalu keluar tulisan dan gambar backpack bear yang sesuai dengan tulisan itu...Pernah sekali liat video flashcard, tapi abis itu gak pernah lagi.

Hmmh, memang anak itu akan belajar dari apa yang dilihatnya. Tidak perlu 'direct instructions'. Ia akan memilah, mengekstak, lalu menyusunnya, hingga akhirnya membuat kesimpulan atas apa yang dilihatnya. Biarkan otaknya bekerja!

Untuk itulah kita perlu memberikan lingkungan yang sehat untuknya. Sehingga informasi yang di dapatnya berkualitas, hingga kesimpulan-kesimpulan yang diperolehnya pun bermanfaat..
Allahu'alam bi shawab...

Belajar terus ya Nak! Belajar dengan alam.. bersama Ummi tentunya


Sekilas Husna

Husna sudah bisa apa?
- Say :
1. Bye-bye lengkap dengan gerakan tangan dan kiss bye
2. Abar (AKbar), kalau Ummi mau sholat. Lengkap dengan gerakan sujud ala Husna. Pernah juga Pas Ummi mau shalat, Ceuceu mandi, dek Husna nunjuk2 ke lemari tempat mukenanya ceuceu. Ummi kira mau dibawain sajadah, dia emang hobi sun dan ngusap sajadah sambil sujud. Eh abis sajadah dibawain, dia tetep nunjuk-nunjuk ke tempat yang sama. "ooo mau mukena ya?", akhirnya Ummi pakaikan mukena. Dia pun tersenyum. Eh baru saja Ummi takbir, dia nangis!. Ribet karena mukenanya kegedean. Akhirnya Ummi pakaikan saja kerudung.
"Nduk shalihah mau ikutan shalat ya Nak?"
Alhamdulillah, semoga keinginan itu tetap terjaga ya 
3. Aamah (Aamiin), setiap kali Ummi selesai berdoa masuk kamar mandi.

-Baca (Heuuuh! Ngaraang!! hihihi)
Ya akting baca maksudnya . Jadi pas Ceuceu ngebacain cerita ia manggut-manggut, nyimak dengan baik. Kalau bukunya dikasihkan ke Husna, maka mulutnya akan mengeluarkan suara, matanya fokus ke buku, sambil membolak-balik bukunya. Persis orang yang baca!
Begitu pun kalau Ummi pegang Al-ur'an atau juz amma, ia akan memintanya. Lalu membuka-bukanya, seolah-olah sedang membaca tulisannya.
Nah kalau si Ummi lagi melafalkan surah pendek untuk didengarkan ceuceu, ia juga suka ikutan nyimak, dengan mata berbinar.
Semoga engkau jadi Hafidzah ya Nak, bersama Ceuceu...
Aamiin, InshaAllah

-Merangkak dan berdiri sambil pegangan, usia 11 bulan. Lambat yA? Tapi setiap anak punya perkembangan motoriknya sendiri, itu katanya.

-Gigi ada 4, dimulai dari usia 12 bulan. Lambat juga? . gpp, yang penting sehat, dan lahap makan.

-Udah suka iri sama Ceuceu. Makanya si Ummi harus lebih bijak dalam mengasuh keduanya.

Ritual yang seru yang dilakukan dek husna adalah, Minta Gendong Abah!
SeriuS!!!!
Kalau ABah datang, langsung nyamperin. minta gendong, atau peluk, atau apapun. pokonya harus ngasi perhatian dulu.
Kalau bangun tidur, suka nyolekin yang lagi tidur. Kalau Abah, Ceuceu sama Ummi masih tiduran, ya dicolekin dan digangguin satu-satu...
Hehe...

Ceuceu Wafa, Husna...
Semoga senantiasa akur, menjadi anak shalihah, cahaya mata Ummi dan Abah ya Nak

aamiin

Thursday, 2 February 2012

CW::Adek Ummi

"Sini adek.. sini adek!" Ucap si mungil Wafa sambil tangannya melakukan gerakan seperti mengajak.

Saat itu, saya sedang mengeloni Husna.

"Sini adek Husna.. sini adek Ummi!" Wafa kembali bersuara.

Ooo, saya kaget. Maksud si kecil ini apa ya? Tiba-tiba Wafa bertanya, "Mengapa Abah memanggil Ummi, (Dengan panggilan) adek?

Saya pun tersipu malu, "Tanyakan sama Abah ya Ceu!"

.

Wednesday, 1 February 2012

WS:: Kalau Ummi Marah

Lampu kamar sudah dimatikan, menandakan waktu tidur tiba. Si sulung Wafa masih ketawa-ketawa. Adiknya ikutan tertawa. Duuuh si Ummi mulai stress. Daripada stres, mendingan ikut ketawa.
Ketika asyik bermain si ceuceu mendekat, "Hoyong ngeukeupan Ummi!"
Ummi pun pura-pura gak mau, "Aliiim dikeukeupan."
Wafa memaksa, Ummi pun membentangkan tangannya. Alhamdulillah, masih diberikan kenikmatan memeluk putri tercinta.
Tubuh mungil itu mendekap tubuh Ummi, erat. Bibir kecilnya berkata, "Sayaaaang Ummi."
"Ummi sayaaang Ceuceu" ucapnya melanjutkan.
"Wafa tau gitu kalau Ummi sayang Ceuceu?" tanyaku menyelidik.
"Iya." jawabnya, mantap.
"Kalau Ummi lagi marah, Ummi sayang gak sama Wafa?"
"Sayang." Ucapnya polos. Membuat hatiku meleleh.
"Trus kenapa Ummi marah sama Wafa?"
"Soalnya Wafanya nangis, trus Wafanya teu terangkeun Ummi" Aiiih si Ummi makin terharu.


Maafkan Ummi ya Nak, sering marah padamu. Hati mu yang bersih senantiasa mau memaafkan.
Ummi jadi malu, Nak...


Keterangan
Keseluruhan percakapan berlangsung dalam bahasa sunda
*ngeukeupan = meluk
*teu terangkeun = tidak tahu. Maksudnya Wafa gak dengerin Ummi dan gak nurut sama Ummi

Wednesday, 14 December 2011

WS: Hafalan Wafa

Dari semenjak dalam kandungan, saya sering menyetel murattal untuk Wafa
Ketika bertemu dengannya di dunia, saya pun sering melantukan beberapa surat pendek yang saya hapal. Apalagi ketika belum ada khadimat, dan saya mengerjakan riset S2 di rumah. Maka sambil menyusui Wafa, saya sering menghapal beberapa surat pendek. *dooooh masih surat pendek niyy
Selain itu, setiap akan tidur saya rutin ngelonin Wafa dengan membaca surat-surat yang biasa dibaca di awal Al-Ma'tsurat sughra.
Ketika ada khadimat, kebiasaan menghapal sambil ngelonin pun tidak pernah dilakukan lagi. Karena setiap hari saya harus berangkat ke kampus. Tapi ritual membaca awal Al-Ma'tsurat sughra sebelum tidur, masih sering dilakukan.
Sampai usia 2 tahunan, Wafa belum pernah 'menyuarakan' salah satu surat pendek yang sering saya baca di hadapannya.
Ketika akhirnya khadimat pulang, Wafa pun dititipkan di Nursery. DI sana memang ada ritual membaca Al-Fatihah, An-Naas, Al-Falaq dan Al-Ikhlas sebelum tidur. Belum genap satu tahun di tempat penitipan, alhamdulillah Wafa sudah hafal ke empat surat itu. Pertama taunya dari celotehan Wafa yang terkadang menyuarakan penggalan ayat-ayatnya. Lalu saya pun coba mengetes satu-satu, dan alhamdulillah Wafa hapal, meski ada beberapa bagian yang salah dalam pengucapannya.

Nah, masalah selanjutnya, bagaimana menambah hapalannya?
Saya lalu berkonsultasi dengan seorang ustadzah, teman baik saya. Putri beliau yang usianya 4 tahun kala itu, sudah hapal sampai An-Naba.
Katanya di ulang-ulang bacanya.
Saya masih bingung, karena Wafa anaknya gak bisa diam . Dan sering menginterupsi dengan berbagai pertanyaan ketika saya aberbicara

Jadilah saya maju .. mundur untuk menambah hapalan Wafa.
*hihihi dasar si Ummi gak sabaran

Hingga tiba saatnya, sahabat baik saya Mbak Nurul Asmayani memposting pertanyaan tentang hal ini di FB nya...
*duuuh ngaku ngaku bersahabat dengan penulis kerren , gpp ya Mbak Nurul saya minta di aku jadi sahabatnya

Dari jawaban-jawaban ibu-ibu yang shalihah itulah saya akhirnya mendapatkan kekuatan dan ide
Ditambah juga dengan membaca beberapa tulisan tentang cara mengajarkan hapalan pada anak, serta disesuaikan juga dengan karakter si sulung, Wafa.
Akhirnya saya menemukan metode 'cuek bebek' untuk mengajarkan surat Al-Lahab pada Wafa... :)
Maksudnyaaaaaaaaaaaaa????
1. Saya cuek bebek mentalaqi surat Al-Lahab, kapan pun dimanapun ketika saya ingat. Mau Wafa nya lari-lari, lagi maen, lagi masak bareng, lagi jungkir balik, bahkan mau tidur. Pokonya pas saya inget, saya baca surat itu berkali-kali. Seperti Murattal namun bersuara pas-pasan
2. Terkadang Wafa mempunyai keinginan yang beda sama Umminya, jadi saya juga gak terlalu memaksa Wafa untuk melafalkan setiap ayat bersama dengan saya. Saya cuek bebek terus mengajak Wafa untuk baca surat tersebut barengan, meskipun terkadang Wafa diam membisu, gak mau ikutan. Tapi yaa saya tetap 'cuek bebek' baca di hadapannya 
3. Wafa juga sangaaaaaaaaat pemalu, maksunya, dia mah gak bisa disuruh untuk nunjukin kebisaannya di depan umum. Jadilah saya Ummi yang cuek bebek, tidak berharap Wafa mau ikut lomba hapalan suatu saat nanti. Yang penting bisa hapal dan mau baca depan Ummi dan Abahnya saja, saya sudah bersyukur ..
4. Nah yang terakhir ini, saya gak cuek bebek. Saya berjanji menghadiahinya es krim, jika dia sudah hapal surat Al-Lahab . Cara ini saya ikuti dari cerita seorang ibu yang anak-anaknya menjadi Hafidz. Anak-anaknya yang berhasil menambah hapalan diberikan keistimewaan untuk memilih menu makan dan tempat untuk berlibur. Berhubung saya gak jago masak, dan juga susah ngajakin berlibur, maka es krim lah solusinya. Dan ketika ditanya sama Wafa,
"Ceu, nanti kalau sudah hapal surat Al-Lahab, Ummi belikan banana split ya!" bujukku pada si kecil.
"Mau es krim, banana plit, susu...." ia mulai menyebut makanan kesukaannya.
"Iih jangan banyak-banyak ya, satu saja!" protesku, cepat-cepat. "Mau es krim atau banana split."
"Es klim," ucapnya lantang. "Es klim sama Astor!" tambahnya, riang.
"Eleeeeuuuh eta mah atuh maksudnya banana split geulisss..." ucapku dalam hati

Alhamdulillah, sekarang sudah hapal surat Al-Lahab, meski beberapa bagian masih belum sempurna pelapalannya. Yang membuat terharu, dia sering melapalkannya tiba-tiba ketika main. Spontan saja kluar dari bibirnya yang mungil.

Dan malam ini sebelum tidur, kami berbincang,
"Ceu baca surat Al-Lahab yuk!" ajakku pada si mungil. Wafa tak menjawab, ia sibuk dengan perahu kertasnya.
"Besok kalau Abah datang, Ceuceu baca surat itu di hadapan Abah. Nanti kalau sudah hapal, Ceuceu ajak Abah beli banana split." Ku coba membujuk si sulung yang lagi rindu berat dengan Abahnya. Maklum sudah mau 4 hari ditinggal ke Sremban.
"Es klim laaah!" ucapnya protes.
"Iya es krim, yuk baca!" ajakku sekali lagi. Wafa masih membisu. Namun ketika saya membacakan surat itu, Wafa ikut bersuara. Namun kadang ketika saya mengulang lagi membacanya, Wafa hanya ikutan komat-kamit, tanpa suara. Dan saya cuek bebek saja, mengulang-ulang surat Al-Lahab sampai beberapa kali.

Alhamdulillah, satu surat berhasil. Baru 5 surat yang dihapalnya, Masih 109 surat lagi.
"Jom Wafa berlomba-lomba sama Ummi!"

"Semangaaaaaaaaaaaaatttt!!!!"

Oia untuk do'a-do'a, kami selalu membacanya ketika akan melakukan suatu pekerjaan. Alhamdulillah Wafa sudah banyak hapal bacaan do'a. Namun kadang mau diucapkan, kadang diam

Kalau sholat, Wafa suka ikut satu sajadah sama Ummi. Tapi kadang mau pake mukena kadang nggak. Jadi bayangkan, Wafa sholat pake celana pendek!
Ah, si Ummi mah nyantei saja. Yang penting Wafa mau ikutan ya Neng!
Oia alhamdulillah, kalau terdengar adzan, Wafa juga suka mengingatkan Umminya untuk sholat. Dan sering mau jagain adeknya selama Umminya shalat...

Yang terakhir tentang membaca huruf Hijaiyah. Saya baca beberapa tulisan temen yang mengajarkan anaknya membaca huruf hijaiyah dari usia 3T. Maka tergodalah saya untuk mengajari Wafa juga, walaupun untuk urusan membaca ini saya tidak terlalu 'ngebet'. Katanya usia 3T bukan saatnya untuk membaca. Tapi, yaa patut di coba. Akhirnya pas Abahnya pulang, saya nitip buku IQRO 1 dan 2. Alhamdulillah selain buku IQRO, Abahnya ngasi oleh-oleh buku membaca huruf hijaiyah yang ada gambarnya.
Awalnya ketika diajakin belajar, Wafa malah melakukan 'sabotase'. Dia ambil bukunya dan bernyanyi,
"Alif atas A, ba atas A,....," menirukan sebuah lagu belajar huruf hijaiyah anak-anak di Malaysia.
Terus seperti itu, sampai si Umminya nyerah. Udah d nanti saja ngajarinnya, toh memang belum saatnya.
Tapi saya sering tilawah depan Wafa, dan Wafa sering merecoki dengan mengambil mushaf, lalu tanya-tanya, "Mana An-Nas Mi?" atau dia nunjuk salah satu bagian surat, "Baca ini Mi!"
Agar tilawahnya damai sentosa, saya pun memberikan satu buah juz ama untuknya, dan bilanhg bahwa ini punya Wafa. Jadi pas saya tilawah Wafa sibuk dengan juz ama-nya. Walau kadang tetap saja ada interupsi
Hingga pada suatu pagi, Wafa ikut bangun ketika adzan subuh berkumandang. Saat Ummi tilawah, Wafa mengambil buku pelajaran membaca huruf hijaiyahnya. Lalu kami pun belajar membaca huruf hijaiyah.
Alhamdulillah sekarang sudah tau Alif atas A, Alif bawah I, ALif curek U. Saya ngajarinnya sambil diperagain dengan tangan.
Saya masih nunggu wafa untuk mau belajar huruf selanjutnya
Memang Wafa mah gak bisa dipaksa, harus diikutin maunya. Saya, dan Abahnya hanya bisa mencontohkan.

Semoga putri Ummi menjadi muslimah shalihah ya Nak.
aamiin








Foto diambil ketika Wafa 'khusyu' shalat. Gambar sebelah kiri, dia gak nyadar kalau di foto. Sebelah kanan sudah nyadar, buru-buru deh shalatnya

Sunday, 20 November 2011

Wafa :: Takut

Petang itu, Ummi kedatangan tamu istimewa. Wafa sedang tertidur lelap, adek Husna nemenin Ummi di depan.

Sekitar jam 6.30, Wafa bangun dan menangis. Ummi samperin, gendong, ajak dia ke depan.
Dari sejak bangun sampai habis maghrib, Wafa terus rewel. Nangis dan gak bisa diajak komunikasi.

Baru setelah tamu istimewa pulang, Wafa gak rewel lagi.

Beberapa menit kemudian, Ummi ajak ngobrol Wafa sambil di suapin.

"Ceu, kenapa tadi nangis dan rewel?"
"Tadi Wafa tidur di kamar, sendiri, gelap dan pintu ditutup. Ceuceu kan takut." si mungil menjelaskan 

Ummi takjub!!!
Subhanallah, di usianya yang ke-3 tahun, ternyata ceuceu sudah bisa menerangkan keadaan hatinya. Menjelaskan penyebab dia menangis...
ALhamdulillah ..

Ummi akhirnya tersenyum. Senyum karena bahagia .. hehehe. Bukan bahagia karena Wafa nangis ya, tapi karena ceu Wafa semakin pandai.

Lalu Ummi menjawab, "Ooo, begitu. Maafkan Ummi ya Ceu. Tadi Ummi tutup pintunya agar Wafa tidak tergangu tidurnya. Tapi ternyata Wafa takut ya?" tanya Ummi
"Ya sudah, nanti kalo tidur Ummi nyalakan lampunya ya sayang."
Wafa pun mengangguk, senang 
:)

ALhamdulillah

Tuesday, 18 October 2011

Wafa :: Toilet Training

Pfuiiih... 
Perjuangan toilet training Wafa ini menguras waktu, tenaga dan emosi..
Cieeh.. gayaa ...

Seperti sudah dituliskan dalam beberapa jurnal sebelumnya, Wafa sudah pandai pup di kamar mandi sebelum usia dua tahun. Namun untuk bagian pipisnya ini yang makan waktuuuu lama.
Alhamdulillah, di usianya yang ke-3 tahun, Wafa lulus toilet training-nya. Bahkan pas tidur pun tidak ngompol 

Bagaimana ceritanya?

Heemmh.. nampaknya karakter anak mempengaruhi ya?

Kalo melihat jejak perkembangan Wafa, dia memang anak yang agak lamaaa dalam meraih sesuatu. Bukan karena gak bisa, tapi belum 'mau'.

Wafa baru mau guling umur 5 bulan. Tapi usia 6 bulan langsung bisa merangkak dan duduk tanpa bantuan.

Wafa baru mau jalan umur 1 tahun 2 bulan. Tapi gak pake jalan selangkah selangkah. Gak pake cerita jatuh bangun, kejedut dll. Wafa langsung berjalan dengan lancar. Nampaknya Wafa sudah mampu berjalan sejak lama, namun dia takut. Dan keberanian itu baru ada karena terpaksa. Disaat dia ingin meraih sesuatu dan tak ada yang dapat membantunya, maka Wafa pun berjalan. 
Ketika masa 'training', Wafa mau ditatih jalan, tapi setiap kali dilepas pasti langsung duduk. Meskipun kami berdiri dekat Wafa untuk membantunya, namun dia memilih duduk kembali dibandingkan melangkah maju 

Nah pas toilet training pun begitu. Maju mundur kemampuan Wafa. 
Ketika bicaranya masih belum terlalu lancar, Wafa sering diajak ke WC. Namun jadwalnya tidak pernah tetap. Ketika diajak ke WC satu jam sekali, kadang pipis kadang nggak. Sering juga dalam 5 menit setelah diajak ke WC dia pipis 

Ketika sudah pandai bicara, dia juga moody. Kadang mau ngomong kalo pengen pipis kadang nggak. Apalagi kalau asyik main, khusyu nonton tipi, atau sedang bertamu. Sering dia nggak mau bilang kalo kebelet pipis. 

Si Ummi cari ide, putar otak. Eh otak gak bisa diputar ya? 
Hmmh harus ada sesuatu yang memacu Wafa agar selalu bilang kalo pengen pipis. 

Naaah, Ting!!! Ada Ide!! 

Suatu malam ketika hendak silaturahim ke rumah Uwa-nya, si Ummi bilang gini ke Wafa,
"Ceu kalo mau pipis bilang ya! Kalo ceuceu gak ngompol (bahasa kami untuk pipis sembarangan), nanti besok Ummi belikan ice cream."
Gadis mungil itupun mengangguk tanda setuju.

Alhamdulillah semalaman itu gak ngompol. Ice cream pun berhasil didapatnya.
Untuk tidur malam pun, saya bilang, "Wafa kalo mau pipis, bangun ya!"
Dan setiap dia berhasil bangun, kami berikan pujian berlimpah 

Setelah itu, masih ada bocor dua kali. Salah satunya (mungkin) karena makan jambu air .
Dan malam hari juga pernah ngompol sekali.  Selain itu, Wafa selalu bangun kalo mau pipis. Kalau sekarang malah baru pipis pas bangun di pagi hari.

Setiap kali bocor itu, kami langsung mengingatkan Wafa, kalo selama ini dia sudah pandai, kalo pengen pipis selalu bilang. Kalau lagi tidur, Wafa juga pandai bangun.

Alhamdulillah setelah itu Wafa tidak pernah ngompol lagi, dan bilang setiap kali mau pipis.

Semoga di sekolah pun nanti mau bilang ya shalihah :)
Aamiin  

*perjuangaaaaaaan ^^

Friday, 14 October 2011

W:: Tanggung Jawab

Ketika Husna lahir, saya sering mendapatkan pertanyaan,
"Bagaimana, Ceu Wafa cemburu gak?"

Dengan keyakinan kuat saya berkata, "Alhamdulillah tidak cemburu, Wafa baik sama adeknya. Cuma kadang karena gerak motorik halusnya belum sempurna, jadi sering menunjukan rasa sayangnya ke Husna dengan cara yang tidak biasa."

Tentu saja, jawaban itu sebenarnya untuk membentuk paradigma positif dari diri saya terhadap si sulung Wafa. Juga sebuah do'a. Bukankah ucapan ibu itu do'a?

Namun bertambah hari ternyata kesabaran saya juga teruji. Wafa juga menampakan kecemburuannya. Terkadang dia iseng sama adeknya. Bahkan sering melakukan sesuatu yang sepertinya ingin menguji kesabaran Umminya 

Daaan...
Saya bukanlah orang yang sempurna. Seringkali kesabaran saya berada pada titik terburuk. Meledak Marah!!! 

Alhamdulillah, Alloh mendidik kami dengan skenarioNya.

Tibalah saat dimana kami ditinggal bertiga, Ummi, Wafa dan Husna. Abahnya Wafa harus pulang ke Indonesia untuk suatu urusan.

Hari-hari pertama banyak dilewati dengan tangisan dan emosi. Apalagi saya waktu itu diuji dengan flu beraaatttzzzz . Jadilah keadaan rumah kacau balau.

Alhamdulillah, ketika akhirnya flunya membaik, emosi ikut turun, dan otak pun ikut berpikir dengan jernih.

Selama ini, Wafa senang sekali jika diminta membantu saya menyiapkan pakaian adiknya, menyiapkan disposable diapers adeknya. Bahkan dengan senang hati membawakan baju dari kamar setrikaan. Mengambilkan minum, atau bahkan mencarikan hape saya yang berbunyi. 

"Tiing!" sebuah ide muncul.

Sebagai seorang Kakak, Wafa senang diberi kepercayaan. Apalagi seringkali Wafa mampu mengajak adeknya bermain, bahkan sampai adeknya ikutan tertawa terbahak-bahak. 

Baiklah, dengan menguatkan kepercayaan, dan menitipkan jiwa kecil itu pada Rabbnya, Wafa saya beri tugas untuk menjaga adiknya.

Alhamdulillah, dengan kalimat, "Wafa jaga adek ya!" Wafa jadi lebih bertanggung jawab pada adeknya. Menjaganya, mengajaknya main sehingga lupa untuk berbuat iseng. Keuntungan lainnya, saya jadi bisa masak, dan membereskan pekerjaan rumah lainnya.

Tapi tentu saja, mereka tidak boleh ditinggal terlalu lama. Walau bagaimanapun Wafa masih kecil. Banyak hal yang berbahaya yang dia lakukan, dan tidak disadarinya. Jadi tetep saya harus bolak-balik ngecek keadaan. 

Apakah keisengan Wafa hilang, cemburunya lenyap?
Oo tentu tidak. Wafa masih sering iseng, kerap menguji coba kesabaran Umminya, dan tak lupa cemburunya juga kadang muncul. Tapi tentu saja intensitasnya berkurang. Selain itu, dengan pemberian tanggung jawab ini, Wafa belajar untuk menjaga adeknya. 


shalihah.. rukun-rukun selalu ya sayang ..:)

LuV